Minggu, 19 Mei 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoArumi Bachsin Ajak Santri Ponpes Mojokerto Makan Ikan

    Arumi Bachsin Ajak Santri Ponpes Mojokerto Makan Ikan

    MOJOKERTO (Wartatransparansi.com) – Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengajak para santri di Pondok Pesantren Al-Nawawiy Mojokerto makan ikan bersama, Selasa (7/11).

    Bertempat di halaman Ponpes, gelaran makan ikan bersama tersebut diikuti oleh kurang lebih 300 santriwan dan santriwati dari jenjang SMP dan SMA.

    Menurut Arumi, ikan sangat penting bagi perkembangan dan kecerdasan otak anak. Karena ikan mengadung omega-3 yang berfungsi untuk meningkatkan daya ingat dan kemampuan kognitif.

    Ikan bagus untuk otak, kandungan omega-3 dalam ikan mampu meningkatkan daya ingat. Jadi untuk para santri, cocok buat hafalan Al-Quran, kata Arumi Bachsin.

    Selain meningkatkan kemampuan kogitif, kata Arumi, ikan juga mampu mencegah terjadinya stunting. Kandungan asam amino, vitamin, zinc, zat besi dan asam folat dalam ikan dinilai sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya stunting.

    Baca juga :  Peserta Didik Baru SD dan SMP Kota Mojokerto Dapat Seragam Baru Gratis

    Perlu diingat stunting itu bukan hanya terjadi sejak bayinya lahir, tapi karena ibunya juga kekurangan gizi saat mengandung. Sehingga membuat anak dalam kandungan juga kekurangan gizi, sehingga akhirnya mengakibatkan stunting, katanya.

    Jadi saya berharap untuk mulai biasakan makan ikan. Tidak ada hari esok dimulainnya harus dari sekarang, tambahnya.

    Kegiatan makan ikan bersama para santri hari ini kata Arumi, juga merupakan optimalisasi dari program kerja Forikan Jawa Timur dalam upaya peningkatan konsumsi ikan.

    Saat ini lanjutnya, angka konsumsi ikan di Jatim terus mengalami kenaikan. Tahun 2022 misalnya, konsumsi ikan Jatim mencapai 45 kilogram per kapita per tahun. Atau lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yakni 42,45 kilogram per kapita per tahun.

    Baca juga :  Sekolah Orang Tua Hebat dan Sekolah Lansia Tangguh di Mojokerto

    Saya ingin angka itu bisa lebih. Jadi dengan kegiatan ini diharapkan ada peningkatan konsumsi ikan di masyarakat khususnya generasi-generasi penerus bangsa, usia sekolah ini, dapat gemar makan ikan,  katanya

     

    Lebih lanjut Arumi menjelaskan, letak geografis menjadi alasan Mojokerto dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program peningkatan konsumsi ikan.

    Karena ikan itu identik dengan sungai dan laut. Mojokerto tidak memiliki laut. Kita melihat ada resiko, ikan menjadi minoritas di sini. Maka kota inilah yang kita pilih, katanya

    Senada dengan itu, Ketua Forikan Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Al Barra menjelaskan, berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, angka konsumsi ikan di Kabupaten Mojokerto menunjukkan peningkatan. Diman tahun 2021 sebesar 45,08 kg per kapita per tahun, dan meningkat di tahun 2022 sebesar 48,17 kg per kapita per tahun.

    Baca juga :  Baru 6 Jam Keluar Lapas, Jambret Iphone di Benpas Mojokerto Diringkus Polisi 

    Untuk angka konsumsi ikan nasional tahun 2022 adalah 56,48 kg per kapita per tahun, hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Mojokerto meskipun mengalami peningkatan angka konsumsi ikannya, tetapi harus tetap berbenah dan mendesain program atau kegiatan yang lebih baik untuk lebih mengoptimalkan pencapaian tujuannya, katanya. (*)

    Reporter : Hidayati Firli

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan