Kamis, 23 Mei 2024
32 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPerencanaan Pemerintahan Bagus, Pemkot Surabaya Layak Terbaik se-Indonesia

    Perencanaan Pemerintahan Bagus, Pemkot Surabaya Layak Terbaik se-Indonesia

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pemkot Surabaya dinilai memiliki perencanaan pemerintahan yang bagus. Karena itu, kota Surabaya yang baru-baru ini dinyatakan terbaik kedua Nasional Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam peringatan Hari Otonomi Daerah XXVII/2023, layak menjadi pemerintahan terbaik se-Indonesia.

    Itu disampaikan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Akmal Malik, dalam kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Pemerintahan Daerah Reformasi Birokrasi dan Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Surabaya.

    Akmal menyampaikan, Kemendagri tengah melakukan rangkaian evaluasi terhadap kinerja pemerintah daerah, sekaligus mendorong pemerintah daerah melakukan reformasi birokrasi, guna menciptakan ASN menjadi lebih netral dan profesional.

    “Kami ingin evaluasi berbasis data agregat, berdasarkan kewenangan yang dimiliki daerah, kemudian bagaimana mereka melakukan hal itu,” katanya.

    Menurut Akmal, selama ini, evaluasi yang dilakukan belum berbasis data agregat. Karenanya, seringkali kewenangan setiap pemerintah daerah dinilai belum tepat sasaran. Untuk itu, Kemendagri melakukan review atau mengulas pelayanan publik yang dimiliki oleh pemerintah daerah, salah satunya adalah Kota Surabaya.

    Baca juga :  Kejar WBBM, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Manokwari Studi Tiru Ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak

    “Pelayan publik yang dimiliki oleh Surabaya menunjukkan peningkatan yang signifikan. Begitu juga penurunan di sisi angka kemiskinan, dan pengangguran. PAD naik dan SiLPA turun, Ini menunjukan Surabaya memiliki perencanaan yang bagus,” ujarnya.

    Karena itu, Akmal ingin menggandeng Kota Surabaya terkait pengolahan akurasi data berbasis digital.  Di mana, Kota Surabaya telah memiliki aplikasi Sayang Warga yang merupakan sistem pendataan yang bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan.

    “Karena ke depan, kita ingin perencanaan daerah itu berbasis data yang akurat, prosesnya kita review, nanti dilihat di hasil evaluasi seperti apa. Kita cari beberapa daerah yang bagus sebagai base marking (tolok ukur) untuk melakukan perencanaan berbasis data yang bagus, dan Surabaya punya Sayang Warga,” ujarnya.

    Meski begitu, Akmal berharap bahwa aplikasi Sayang Warga tidak hanya digunakan oleh publik saja, tetapi dapat digunakan sebagai perencanaan kewenangan Kota Surabaya. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan haknya secara lebih maksimal.

    Baca juga :  Pj. Ketua PKK Jatim Isye Adhy Karyono Tutup Lomba Desa & Keluruhan

    “Kita ingin Surabaya memulai itu, saya tahu Bapak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji rajin turun ke lapangan, bagaimana mendeteksi masalahnya, dan berapa tahun (masalahnya) akan berkurang,” tuturnya.

    Ia kemudian memberikan masukan, seperti penyelesaian rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Surabaya. Kurang lebih terdapat seribu titik yang belum terselesaikan. Maka, ia menyarankan Pemkot Surabaya untuk berkolaborasi dengan Pemprov Jatim. Sebab, kerja sama antara daerah dinilai sangat penting dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.

    “Kuncinya data yang lebih presisi dan akurat sebagai bagian perencanaan hingga evaluasi, serta ada timeline yang jelas untuk rutilahu. Terima kasih OPD Pemkot Surabaya menunjukkan kinerja yang luar biasa, maka kalau bisa Surabaya nomor satu ke depan,” katanya.

    Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Ikhsan mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, secara umum hasil evaluasi terhadap kinerja Pemkot Surabaya sangat baik. Bahkan, pemkot juga mendapatkan kesempatan menjadi salah kota percontohan di Indonesia dalam pelaksanaan akurasi data berbasis digitalisasi.

    Baca juga :  Tahun Depan Mahasiswa Aceh di Surabaya Mulai Tempati Asrama Baru

    “InsyaAllah, kata beliau (Akmal Malik) Kota Surabaya bisa di peringkat satu. Tapi yang sering disampaikan Pak Wali Kota, bukan peringkatnya yang kita kejar, tapi bagaimana kita melakukan pelayanan yang terbaik bagi kesejahteraan masyarakat Surabaya,” imbuhnya.

    Sebab, lanjutnya, akurasi data berbasis digital tersebut dinilai selaras dengan program yang dimiliki oleh Kemendagri RI. Misalnya, dalam penanganan stunting di Kota Pahlawan, mulai dari proses pencegahan dan pendampingan yang dilakukan hingga di tingkat RT/RW.

    “Semua data kita berbasis nama dan alamat. Sehingga intervensi menyesuaikan dengan kondisi masing-masing. Itu yang diinginkan dan cocok dengan program Pak Dirjen tadi,” ujarnya.

    Pemkot Surabaya, lanut Ikhsan, siap dan berani untuk mengambil penawaran kolaborasi dan kerja sama dengan Kemendagri mengenai akurasi data berbasis digitalisasi. Semisal, salah satunya dalam penuntasan rutilahu, di mana Pemkot Surabaya menargetkan 3.000 rumah selesai diperbaiki di tahun 2023. Termasuk jambanisasi yang tahun ini sudah Open Defecation Free 100 persen. (wet)

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan