Pernyataan Mahfud (Menkopolhukam) yang dibenarkan oleh Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana dan tanggapan pihak Kemenkeu, menyadarkan kita sebagai anak bangsa yang harus terus berjuang mewujudkan Indonesia yang clean and good government, mewujudkan Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUB).
Setidaknya kita harus memandang fenomena ini sebagai aspek yang membangun terhadap kualitas kita dalam berbangsa dan bernegara. Meskipun fenomena 300T dan Kemenkeu banyak ditinjau dari aspek politis namun fenomena ini harus dimaknai juga sebagai cara Allah Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menunjukkan jalan melalui manusia-manusia baik di Indonesia yang digerakkan hati nuraninya untuk berproses mencerdaskan bangsa.
Mahfud MD (Ketua Komisi Koordinasi Nasional Pemberantasan TPPU), Ivan dan Sri Mulyani (Menteri Keuangan) adalah para putera-puteri terbaik bangsa yang saat ini sedang digerakkan relasi kuasa Tuhan atas perannya.
Fenomena penganiaayaan yang dilakukan oleh oknum anak pegawai Kemenkeu juga bentuk relasi kuasa Tuhan untuk menciptakan waktu dan keadaan sehingga masyarakat Indonesia dapat meresponnya dengan cara yang bijaksana. Sebagai bangsa yang religius kita harus yakin bahwa “tidak ada selembarpun daun yang jatuh dimuka bumi tanpa seizin Allah Tuhan Yang Maha Kuasa”.
Respon terhadap fenomena terkini haruslah didasarkan pada hati nurani kita sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya untuk mewujudkan sebuah nilai keadilan. Tentunya semangat peran maksimal atas amanah jabatan semua pemangku kepentingan itulah yang kita harapkan bersama sebagai bangsa yang tengah berkembang dan maju untuk membangun mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana salah satu tujuan kita dalam berbangsa dan bernegara.
Akhirnya kita sampai pada kesadaran bersama bahwa Pancasila merupakan pilihan terbaik bagi bangsa Indonesia karena bersumber dan digali dari nilai-nilai agama, kebudayaan, dan adat istiadat yang hidup dan berkembang di bumi Indonesia. Jayalah Indonesiaku, adil dan makmurlah negeriku di bawah lindungan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.
Wujudkan itikad baik (goodfaith) dalam mengabdikan diri untuk bangsa dan negara. Semoga pertemuan Menko Polhukam dengan Komisi III DPR dalam Rapat Kerja (Rabu, 29/3) nanti bisa menjadi momen klarifikasi yang berkualitas dan konstruktif untuk bangsa. (*)
*) Penulis adalah Dosen ITB Widya Gama Lumajang, dan
Pengurus APHTN-HAN Provinsi Jawa Timur





