“Jadi ini harus kita ikhtiari, bagaimana bersama-sama mencari proses yang bisa memberikan akses pasar yang luas ke UMKM, baik secara digital maupun literasi keuangannya,” ujarnya saat menerima audiensi PT Grab Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/1).
Sejauh ini, perluasan pasar UMKM Jatim telah diupayakan Pemprov Jatim bahkan hingga bisa menjangkau segmen luar negeri. Namun Khofifah menyebut, masih banyak peluang dan potensi yang bisa dimaksimalkan.
“Ini berarti peluang ekspor kita juga besar. Tapi butuh satu penguatan, agar mereka tidak sekedar menjual tapi juga bisa memasarkan dan mengembangkan sampai ke luar negeri ,” jelas orang nomor satu Jatim itu. (*)





