Kolaborasi KMP dan PKH Dorong Penerima Manfaat Berdaya Secara Ekonomi

Kolaborasi KMP dan PKH Dorong Penerima Manfaat Berdaya Secara Ekonomi
Menteri Sosial Saifulkah Jusuf dan Wagub Emil Dardak dalam acara penyerahan manfaat di Pasuruan

PASURUAN, WartaTransparansi.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri kegiatan kolaborasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan Program Keluarga Harapan (PKH) di KDMP Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/3).

Program ini merupakan sinergi antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Sosial RI untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Menteri Sosial RI M. Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, serta Bupati Pasuruan M. Rusdi Sutejo. Dalam kesempatan itu, Wagub Emil menyampaikan bahwa kolaborasi antara Koperasi Merah Putih dan PKH menjadi langkah strategis untuk mengubah penerima bantuan sosial menjadi pelaku usaha produktif.

Menurut Emil, program ini menjadi wadah berbagai kegiatan ekonomi di tingkat desa yang dapat memperkuat kemandirian masyarakat. Para penerima manfaat PKH didorong untuk menjadi anggota koperasi sekaligus mengembangkan usaha produktif, sehingga dapat membangun rantai ekonomi lokal yang lebih kuat.

Sebagai bentuk pemberdayaan, pemerintah memberikan bantuan 100 paket ayam petelur kepada keluarga penerima manfaat PKH di wilayah tersebut. Bantuan ini diharapkan menjadi sarana belajar bagi masyarakat untuk mengelola usaha peternakan ayam petelur secara mandiri dan berkelanjutan.

Emil menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengakselerasi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen pembangunan ekonomi inklusif. Hingga 31 Desember 2025, tercatat sebanyak 8.494 koperasi telah berbadan hukum di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, 997 koperasi telah beroperasi dengan total 1.292 gerai usaha.

Jumlah anggota koperasi juga meningkat signifikan. Saat ini tercatat 157.974 orang telah bergabung, jauh meningkat dibandingkan saat awal pembentukan yang hanya sekitar 6.095 anggota.

Sementara itu, Menteri Sosial RI M. Saifullah Yusuf mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat ekonomi keluarga. Ia berharap bantuan usaha tersebut dapat membantu keluarga penerima manfaat PKH menjadi lebih mandiri.

Menurut Gus Ipul, bantuan 100 paket ayam petelur diberikan kepada keluarga yang dipilih untuk menjalankan usaha produktif. Hasil telur nantinya dapat dikelola dan dipasarkan melalui Koperasi Merah Putih sehingga memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Ia juga mendorong penerima manfaat PKH untuk menjadi anggota koperasi.

Dengan menjadi anggota,masyarakat tidak hanya berperan sebagai pembeli, tetapi juga sebagai pemilik koperasi yang berhak memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU). Melalui langkah ini, diharapkan ekonomi keluarga penerima manfaat dapat terus meningkat dan semakin mandiri. (*)

Penulis: FirliEditor: Amin Istighfarin