Rabu, 24 Juli 2024
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPemerintah Cabut PPKM, Surabaya Tetap Siagakan Satgas Covid-19

    Pemerintah Cabut PPKM, Surabaya Tetap Siagakan Satgas Covid-19

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan bahwa pemerintah menghentikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai hari ini, Jumat (30/12/2022). “Lewat pertimbangan-pertimbangan yang berdasarkan angka-angka yang ada maka pada hari ini pemerintah memutuskan untuk mencabut PPKM,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/12/2022).

    Jokowi beralasan, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia sudah melandai, berkaca dari kasus harian Covid-19 pada 27 Desember 2022 yang hanya 1,7 kasus per 1 juta penduduk. Ia menyebutkan, positivity rate mingguan juga sudah berada di angka 3,3 persen, kemudian bed occupancy rate 4,79 persen, serta angka kematian 2,39 persen.

    Angka tersebut, kata Jokowi, berada di bawah standar Badan Kesehatan Dunia sehingga pemerintah memutuskan untuk menghentikan PPKM. “Jadi tidak ada lagi pembatasan kerumunan dan pergerakan masyarakat,” kata dia.

    Baca juga :  SWL Akan Dibangun Dipesisir Timur Surabaya

    Adapun pencabutan PPKM ini akan dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022. Aturan ini pun disambut baik oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi. Pihaknya juga mendukung penuh aturan dari pemerintah pusat tersebut. “Kami akan jalankan, kami akan support penuh. Pasti ada kebaikan di balik semua itu,” kata Eri, Jumat (30/12/2022).

    Meski demikian, Eri mengatakan bahwa satgas Covid-19 di Kota Surabaya akan tetap disiagakan untuk menghadapi penyakit lainnya. “Kalau kami satgas Covid-19 akan terus ada. Satgas Covid-19 bukan hanya menghadapi Covid-19 saja tetapi juga penyakit lainnya. Karena, selain Covid-19 ada penyakit lainnya seperti TBC dan lain-lain,” terang Eri.

    Baca juga :  Kisruh di PWI Pusat, Puluhan Wartawan Jatim Tuntut KLB

    Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini menjelaskan, setelah PPKM dicabut, satgas akan bertugas untuk menjaga setiap wilayah atau kampungnya dari berbagai macam penyakit. Pembatasan penyebaran penyakit bagaimana, hingga apa yang harus dilakukan jika sakit akan dibantu oleh satgas.

    Ditanya terkait pelonggaran peraturan setelah PPKM dicabut, Eri mengatakan, pihaknya akan mengikuti aturan pemerintah pusat. “Kami melihat setelah PPKM nanti seperti apa, apakah harus pakai masker, atau tidak. Kita lihat aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.

    Ia pun berharap, pencabutan status PPKM tak membuat masyarakat lalai dan terjadi euforia secara berlebihan. “Boleh berkumpul, tapi tetap harus dijaga perkumpulannya, jangan sampai berlebihan,” tandasnya. (sr)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan