Rabu, 30 November 2022
25 C
Surabaya
More
    EkbisPT Maspion Grup Lepas Ekpor Sebesar USD 1,2 Juta

    PT Maspion Grup Lepas Ekpor Sebesar USD 1,2 Juta

    SIDOARJO (WartaTransparasi.com) – Sekretaris Daerah Prov Jawa Timur Adhy Karyono mengapresiasi rutinitas ekspor yang dilakukan oleh PT Maspion Group yang terus berlanjut, meski di tengah banyaknya tantangan krisis global.

    Bentuk dukungan tersebut dilakukan Adhy Karyono  mendampingi Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan melepas ekspor senilai USD 1,2 Juta yang dilakukan PT Maspion Group di Maspion I Sidoarjo, Kamis (29/9).

    Adapun beberapa produk yang diekspor yakni aluminium berupa aluminium ekstrusi, tangga aluminium, dan foil aluminium. Ekspor tersebut ditujukan ke beberapa negara antara lain Amerika Serikat, Australia, Inggris, Selandia Baru, Belgia, dan Vietnam.

    Menurutnya, kegiatan ekspor ini sebagai bentuk penopang ekonomi yang kuat apalagi produksi yang dihasilkan oleh PT Maspion Grup merambah hingga pasar internasional.

    Selama Covid pun sampai sekarang tidak ada satupun karyawan yang di PHK. Ini yang luar biasa, bahwa industri itu tetap berjalan dan mungkin walaupun berkurang tetapi kebijakan dari Maspion tetap memperhatikan tidak boleh ada karyawan yang PHK,ujar Adhy.

    Lebih lanjut dirinya menyampaikan, komitmen yang dilakukan PT Maspion Grup tersebut sangat membantu pertumbuhan baik dari sisi ekonomi maupun pemberdayaan.

    Tentunya pula bagaimana kesetiaan dari pekerja di Maspion ini, ya tentu kami melihat bagaimana dukungan terhadap kelancaran dari semua fasilitas, imbuhnya.

    Selain itu, Sekda Prov juga mengatakan, sebagai bentuk dukungan Pemprov Jatim terhadap para pekerja, melalui Dinas Perdagangan Jatim pihaknya juga memberikan kemudahan bantuan baik hak-hak dan perlindungan buruh. Utamanya perlindungan sosial dan jaminan sosialnya, imbuhnya.

    Pada kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan yang turut hadiri mengatakan dirinya mengapresiasi pembuatan produk yang dihasilkan PT Maspion Grup hingga dapat di distribusikan kesejumlah negara secara kontinyu.

    Saya mengapresiasi pembuatan produk yang susah seperti ini, namun tetap menjadi unggulan, kata Mendag RI.

    Menurutnya, dedikasi PT Maspion yang tetap berfokus pada menggaungkan mencintai dan membuat produk dalam negeri memerlukan ketekunan dan dedikasi yang tidak dapat dilakukan oleh semua orang.

    Ini menunjukkan dukungan pemerintah yang dikembangkan Maspion karena ini termasuk dalam industri strategis, ujarnya.

    Lebih dari itu, pihaknya mengatakan Mendag RI juga mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan perjanjian-perjanjian dagang Indonesia dengan negara-negara mitra. Dimana, Kementerian Perdagangan pun terus berkomitmen untuk membuka pasar baru bagi produk-produk Indonesia.

    “Pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan membuka pasar baru sebagai negara tujuan ekspor produk-produk Indonesia. Kami sudah buatkan jalan tolnya agar mudah mengekspor kenegara-negara mitra dagang Indonesia. Upaya ini yang kami lakukan untuk membantu pelaku usaha agar dapat menyerbu pasar dunia,” kata Mendag.

    Pelepasan ekspor produk aluminium ini khususnya, menurut Mendag, menunjukkan kemajuan Indonesia dalam industrya aluminium. Terlebih lagi, mulai banyak permintaan aluminium ekstrusi yang bisa dimanfaatkan sebagai material bangunan, tangga aluminium, komponen printer, hingga frame panel surya.

    Lebih lanjut Mendag RI menjabarkan, pada 2021, Indonesia berada di urutan ke-24 sebagai negara eksportir aluminium ekstrusi dengan pangsa pasar sebesar 1,02 persen. Pada 2021, nilai ekspor aluminium ekstrusi Indonesia tercatat sebesar USD 212,77 juta atau tumbuh cukup signifikan sebesar 39,91 persen dibandingkan nilai ekspor pada tahun 2020 yang mencapai nilai USD 152,08 juta.

    Sementara itu, pada periode Januari–Juli 2022, ekspor produk aluminium ekstrusi Indonesia tumbuh signifikan sebesar 26,97 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

    Beberapa negara tujuan ekspor aluminium ekstruksi Indonesia juga mengalami pertumbuhan signifikan.

    Pada periode Januari–Juli 2022, lima negara dengan kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Jerman yang naik 4.343,00 persen, Italia (1.407,50 persen), Spanyol (236,26 persen), Inggris (171,28 persen), dan Australia (81,53 persen). (*)

    Reporter : Amin

    Sumber : WarrtaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan