Rabu, 30 November 2022
27.2 C
Surabaya
More
    InternasionalPeti berisi harta karun ditemukan di makam Mesir kuno

    Peti berisi harta karun ditemukan di makam Mesir kuno

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Arkeolog di Mesir menemukan peti berisi mumi dan sejumlah harta karun yang berasal dari Mesir kuno.

    Sebanyak 250 peti mati dan 150 patung perunggu ditemukan di situs pemakaman Mesir kuno di Saqqara, diperkirakan berasal dari tahun 500 sebelum masehi, dikutip dari Reuters, Rabu.

    Patung perunggu itu merupakan representasi dewa-dewi Anubis, Amun, Min, Osiris, Isis, Nefertum, Bastet dan Hathor. Ditemukan juga patung tanpa kepala Imhotep, arsitek yang membangun piramida Saqqara, menurut keternagan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir.

    Tidak hanya patung, di situs itu juga ditemukan instrumen musik kuno bernama sistrum dan bejana perunggu yang dulu dipergunakan untuk memuja Dewi Isis.

    Baca juga :  Gubernur Jatim Jajaki Kerjasama Dengan Perpustakaan Bibliotheca Alexandrina Mesir

    Peti mati yang ditemukan di Saqqara terbuat dari kayu, ia masih utuh dan berada di terowongan pemakaman. Di dalam peti, arkeolog menemukan mumi, jimat dan kotak kayu.

    Mereka juga menemukan patung kayu yang disepuh emas berwujud Dewi Nephtyhs dan Isis.

    Salah satu peti kayu yang ditemukan berisi papirus dalam kondisi bagus, berisi tulisan hieroglif yang diyakini mantra dari Buku Kematian. Temuan ini dikirim ke Museum Mesir di Kairo untuk diteliti.

    Temuan menarik lainnya dari penggalian ini berupa tempat celak mata, gelang dan anting-anting.

    Dikutip dari Anaranews, Peti mati yang ditemukan akan dipajang di Grand Egyptian Museum, yang saat ini masih dibangun di dekat Piramida Giza. Museum itu dijadwalkan buka tahun ini.

    Baca juga :  Senat Meeting, Thailand-Indonesia Ungkap Rahasia Kemajuan Pertanian Negeri Gajah Putih

    Saqqara ialah salah satu situs purbakala terbesar di Mesir, lokasinya berada di sebelah selatan Piramida Giza. Misi penggalian para arkeolog yang menemukan harta karun itu sudah dilakukan sejak 2018. (*)

    Sumber : AntaraNews

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan