Rabu, 30 November 2022
27.2 C
Surabaya
More
    InternasionalPuan Maharani Harap Museum Nabi Muhammad di Indonesia Segera Rampung
    Bertemu Liga Muslim Dunia di Arab Saudi

    Puan Maharani Harap Museum Nabi Muhammad di Indonesia Segera Rampung

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Ketua DPR Puan Maharani mengunjungi Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam di Madinah, Arab Saudi. Kedatangan Puan pada Senin (30/5/2022) ke museum yang terletak di Kompleks Masjid Nabawi itu merupakan undangan dari Liga Muslim Dunia.

    Kedatangan Puan disambut hangat oleh Direktur Utama Pameran dan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam Syaikh Dr. Yahya Atiyah Al-Kinany dan Ketua Yayasan Wakaf Assallam, Syaikh Dr. Nashir Az-Zahroni.

    Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tersebut mengungkapkan kekagumannya setelah melihat langsung Museum Nabi Muhammad di Madinah. Lewat museum tersebut, umat Muslim dapat mengetahui sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW.

    Kepada perwakilan Liga Muslim Dunia, Puan menyampaikan dukungan atas pembangunan Museum Nabi Muhammad di Indonesia.

    “Nilai-nilai keteladanan kehidupan Rasulullah Muhammad SAW yang ada di museum sangat luar biasa. Harus diketahui oleh seluruh umat manusia. Kami berharap agar Museum Nabi Muhammad SAW di Indonesia bisa segera terbangun sehingga kami umat Islam yang ada di Indonesia dan dari berbagai belahan dunia lainnya bisa mengenal dan mencintai Nabi Muhammad dengan lebih lagi,” kata Puan dalam keterangan resminya, yang diterima media ini, Selasa.

    Baca juga :  Gubernur Jatim Jajaki Kerjasama Dengan Perpustakaan Bibliotheca Alexandrina Mesir

    Pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam yang berlokasi di Kawasan Ancol, merupakan dukungan dari Liga Muslim Dunia dan Yayasan Wakaf Assallam yang bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

    Dari 25 negara yang mengajukan permohonan, Indonesia menjadi pilihan pertama Liga Muslim Dunia dan menjadi negara pertama di luar Arab Saudi yang akan didirikan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam.

    Pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam yang berlokasi di Kawasan Ancol, merupakan dukungan dari Liga Muslim Dunia dan Yayasan Wakaf Assallam yang bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

    Dari 25 negara yang mengajukan permohonan, Indonesia menjadi pilihan pertama Liga Muslim Dunia dan menjadi negara pertama di luar Arab Saudi yang akan didirikan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam.

    Baca juga :  Kontribusi Ulama Indonesia yang Masif Turut Bangun Peradaban di Arab Saudi

    “Pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam di Indonesia akan sangat bermanfaat untuk masyarakat dan sangat penting bagi peradaban dunia. Dan bagi Indonesia, Museum Nabi Muhammad sekaligus bisa menjadi wisata religi yang kami harapkan dapat membawa berkah bagi rakyat Indonesia karena Bangsa Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban dan kemanusiaan serta perdamaian,” tutur politisi PDI-Perjuangan tersebut.

    Dalam kesempatan tersebut, Syaikh Dr. Yahya Atiyah Al-Kinany menyampaikan pesan Sekjen Liga Muslim Dunia Syaikh Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Issa, mengenai alasan pemilihan Indonesia dipilih sebagai negara pertama yang didirikan Museum Nabi Muhammad SAW di luar Arab Saudi.

    Diungkapkannya, masyarakat Indonesia yang bisa hidup secara damai dengan saling menghargai meski datang dari berbagai ragam suku, budaya dan bahasa, menjadi nilai lebih yang dilihat Liga Muslim Dunia termasuk dalam hal toleransi kehidupan bermasyarakatnya.

    Baca juga :  Senat Meeting, Thailand-Indonesia Ungkap Rahasia Kemajuan Pertanian Negeri Gajah Putih

    “Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk umat Islam terbesar di dunia juga berhaluan wasatiyyat Islam (moderat) dan Indonesia dapat dijadikan sebagai contoh persatuan dalam keberagaman,” tambah Syaikh Dr. Yahya Atiyah Al-Kinany.

    Pada Kunjungan tersebut, Puan didampingi oleh Ketua Yayasan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam sekaligus Wakil Ketua Umum DMI, Syafruddin. Menurutnya, kehadiran Puan juga sebagai bentuk diplomasi DPR dalam hal pembangunan Museum Nabi Muhammad di Indonesia. Mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini menilai, kehadiran Puan bertemu Liga Muslim Dunia di Museum Nabi Muhammad di Arab Saudi sangat penting.

    “Ini sebagai salah satu bentuk Diplomasi yang dilakukan DPR sebagai representasi rakyat Indonesia,” tutupnya. Syafruddin mengatakan, dukungan Puan menunjukkan harapan rakyat Indonesia agar pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam di Indonesia dapat segera selesai. (din)

    Reporter : Syarifuddin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan