Sabtu, 20 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    PendidikanPeringatan Harkitnas Stikosa – AWS Dengan Baca Puisi Jawa

    Peringatan Harkitnas Stikosa – AWS Dengan Baca Puisi Jawa

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional, (Harkitnas) tingkat Jawa Timur berlangsung di Halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat  (20/5/2022) pagi. Bertindak sebagai Irup Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

    Peringatan yang sama juga dilakukan diberbagai instansi Pemerintah, swasta dan lingkungan Kampus, diantaranya STIKOSA – AWS (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi  – Almamater Wartawan Surabaya).

    Dengan menggandeng Radio Republik Indonesia (RRI), Stikosa – AWS  Goes To Campus “Ayo Bangkit Bersama”, berlangsung di ruang Multi Media Stikosa – AWS. Peringatan diisi dengan  membaca geguritan (puisi bahasa Jawa), lalu Mocopat (sejenis Puisi tradisional berbahasa Jawa yang dilagukan) dengan judul Pusoko, di bacakan Sasetya Wilutama, dosen Communication Business Center (CBC).

    Baca juga :  Perdana Program Studi Administrasi Publik Umsida, Gelar Kompetisi Video Pajak

    “Rumaten ya dhi, ngger, Pusaka iki. Yen dudu kita sopo maneh?. Opo ngenteni wong Londo sing bakal ngrumat?. Njur anak turun kita sinau budaya kita menyang manca,” begitulah penggalan syair Mocopat Pusoko. Apakah kita menunggu orang manca negara yang merawat?. Lalu generasi mendatang belajar budaya kita ke luar negeri? Sebab disini tak terawat.

    “Puisi ini mengandung pesan agar kita merawat Pusaka peninggalan leluhur, baik berupa kesenian, adab atau sopan santun dan adat budaya, gotong royong dan sebagainya. Semuanya adalah akar budaya sebagai jati diri bangsa Indonesia,” kata Sasetya.

    Dua narasumber yakni Ketua Stikosa – AWS Dr. Meithiana Indrasari, ST, MM, dan Aryo Seno Bagaskoro selaku Ketua Taruna Merah Putih Surabaya.

    Baca juga :  Perdana Program Studi Administrasi Publik Umsida, Gelar Kompetisi Video Pajak

    Dr. Meithiana Indrasari menyatakan, selama Pandemi Covid-19 aktivitas dunia pendidikan menuntut berubah pola daring. Dampaknya, aktivitas menjadi cepat jenuh, bermalas – malasan, bahkan tertidur.

    “Sebagaimana kampus kebanyakan, selama Pandemi dimana kegiatan kampus turun dratis, Stikos -AWS selama Pandemi malah berbalik. Kegiatan dosen dan mahasiswa semakin padat. Kerjasama dengan instansi Pemerintah dan swasta cukup banyak. Jadi Stikosa malah dapat berkah. Mulai dari literasi digital maupun membuat konten – konten sosial media digital yang  kita pelajari,” kata Meithiana.

    Sementara itu, Aryo Seno Bagaskoro merefleksi dari Hari Kebangkitan Nasional ini lebih memaknai bagaimana masyarakat untuk bangkit tetap berperan aktif membantu masyarakat lainnya, meski serba dibatasi dengan aturan protokol kesehatan.

    Baca juga :  Perdana Program Studi Administrasi Publik Umsida, Gelar Kompetisi Video Pajak

    “Di Surabaya, generasi muda kita dorong bangkit dan support dalam penanggulangan Pandemi COVID-19, mulai dari Level 4 hingga Level 1 sekarang ini,” ujar Aryo Seno Bagaskoro. (guh/min)

    Reporter : Teguh Safrianto

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan