Jumat, 12 Agustus 2022
25.7 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanPeneliti senior SSC Surokim: Koalisi Awal Langkah Berani Tapi Berisiko

    Peneliti senior SSC Surokim: Koalisi Awal Langkah Berani Tapi Berisiko

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) Dr Surokim Abdussalam menilai ada partai politik sudah melakukan koalisi lebih awal dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menunjukkan adanya langkah maju, berani sekaligus juga berisiko. Karena semua partai tentu ingin mendapatkan momentum dan tidak ingin ditinggal untuk mendapatkan bargaining position lebih kuat.

    “Golkar termasuk poros penting dalam kontes piplres 2024 tentu ingin memainkan peran lebih signifikan. Sehingga berinisiatif membentuk koalisi lebih awal. Dengan langkah ini, maka posisinya akan ikut terderek sebagai inisiator setelah sebelumnya sempat terseret arus isu perpanjangan jabatan presiden dan penundaan pemilu yang mendapat reaksi negatif dari publik,” ujar Surokim yang juga Dosen Universitas Trunojoyo Bangkalan ini.

    Menurutnya, koalisi awal merupakan langkah perbaikan citra partai. Namun, ikhtiar ini bukannya tanpa risiko. Apalagi hal ini bisa memancing partai besar yang lain untuk segera keluar kandangnya. Bisa jadi partai-partai besar yang lain seperti PDIP dan Gerindra melihat ini koalisi kepagian dan sentimental. Menganggap koalisi ini nggege mongso merusak fatsun partai koalisi pemerintah saat ini. “Tentu semua ada plus minusnya,” tambahnya.

    Baca juga :  Ini Jawaban Eksekutif Atas PU Fraksi di DPRD Soal Dana Cadangan Pilgub

    “Koalisi ini jika dibaca lebih cermat sesungguhnya ingin menguatkan posisi dan citra setelah babak belur di isu yang membuat citra partai merosot. Sekaligus juga memancing partai-parta besar yang lain agar segera bisa menentukan jagonya dalam pilpres. Semua ini masih dinamis dan bisa berubah. Namun setidaknya gebrakan ini akan membuat situasi lebih dinamis lagi khususnya dalam usulan capres-cawapres. Bisa saja hal ini akan menarik partai-partai lain untuk bergabung. Tetapi juga bisa mematik lahirnya koalisi yang lain,” beber Surokim.

    Bagaimana pun juga menurut Surokim, partai-partai  sekarang adalah bagian dari partai pemerintah. Tentu punya plus minus dalam konteks, konfigurasi dan relasi partai pemerintah. Bisa saja PDIP dan Gerindra tidak terpancing dan tetap menunggu last minutes hingga batas akhir pendaftaran calon.

    Baca juga :  Sekdaprov Adhy Karyono Harapkan Kunker Pemprov Lampung ke Jatim Bawa Perubahan

    Namun pembentukan koalisi ini jelas akan memberi tekanan, khususnya di jajaran partai-partai pemerintah. Kekompakan partai pemerintah jelas akan terganggu. “Makanya saya sebut langkah ini juga berisiko jika kemudian PDIP mempersiapkan koalisi diam-dam dan meninggalkan ketiganya. Sikap PDIP jelas akan sangat berpengaruh terhadap eksistensi koalisi ini. Peluang koalisi ini menjadi permanen juga relatif belum teruji. Tetapi setidaknya ketiganya berani tampil diawal sebagai inisiator dan motor penggerak koalisi, patut diapresiasi untuk mencairkan kebekuan pencalonan pilpres. Paling tidak, terbentuknya kolisi ini akan memecah kebuntuhan dalam membahas pasangan calon dan bisa mempercepat partai-partai untuk saling merapat ikut menentukan koalisi,” ungkapnya.

    Apakah koalisi ini bisa permanen hingga di daerah, menurut Surokim, rasanya cukup sulit untuk bisa menjawab saat ini. Karena juga amat tergantung pada variabel raihan hasil pileg dan pilpres pada Februari 2024 meendatang. Jika koalisi ini bisa menang maka potensi untuk bisa permanen ke daerah akan cukup besar. Demikian juga sebaliknya jika kalah maka potensi pecah kongsi juga besar.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Widyaiswara Utama Kehormatan dari LAN

    Dalam konteks Jatim, apakah koalisi ini akan mengambil Khofifah sebagai calon dalam pilgub jatim 2024? Menurutnya, semua masih akan tergantung pada hasil pileg dan pilpres 2024. Semua masih dinamis dan bisa berubah dan test case awal akan dimulai dari kontestasi pilpres. (sr/min)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan