Sabtu, 20 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoSidang Lanjutan MKP  Pengusaha Galian C Berikan Uang Dua Karung
    Mantan bupati Mojokerto

    Sidang Lanjutan MKP  Pengusaha Galian C Berikan Uang Dua Karung

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Sidang lanjutan Mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP) membeberkan keterangan baru dari sejumlah saksi dimana terdakwa pernah meminta uang kepada pemilik pengusaha tambang galian C di Ngoro, Kab. Mojokerto sebanyak dua karung (Glangsing) diduga berisi uang dengan nominal Rp. 5 Miliar.

    Purnoto (orang kepercayaan, MKP) saat memberikan kesaksian didepan majelis hakim yang diketuai Marper Pandiangan pada Sidang lanjutan kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa MKP, memaparkan bahwa pada tahun 2015 dirinya pernah diminta oleh MKP untuk mengambil barang di rumah Junaidi.

    Barang tersebut diambil Purnoto bersama Muhammad Sayidil Mursalin di rumah Junaidi yang beralamatkan di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Mojokerto. “Bilangnya MKP saya disuruh ambil barang gitu pak,”keterangan Purnoto, pada hakim.

    Saat itu Purnoto belum tahu pasti apa isi dalam karung tersebut. Kemudian karung yang diambil dari rumah Junaidi, sebanyak 2 kali diberikan kepada Samsul Arif yang merupakan karyawan MKP di CV Musika.

    Baca juga :  Sekdaprov Adhy Harapkan Pengungkapan Nilai Luhur yang Terpendam di Jatim

    “Yang pertama pada bulan September 2015, saya dan Pak Sayid menemui pak Junaidi di rumahnya. Disana saya diberi karung (glangsin) berwarna putih. Saya masukan ke mobil saya dan saya antarkan ke pak Arif,”terang Purnoto.

    Seminggu kemudian, Purnoto dan Sayid kembali diminta MKP untuk kembali mengambil karung lagi di tempat yang sama yakni di Junaidi. Pada pengambilan yang kedua ini, saksi Purnoto masih belum mengetahui apa isi dalam karung yang biasa digunakan untuk tempat beras tersebut.
    “Waktu itu saya tidak tau isi karung tersebut. Tapi belakaangan ini kami mengetahui jika yang didalam karung tersebut berisi uang kertas. Nominalnya sekitar Rp. 5 miliar,” jelasnya.

    Baca juga :  Sekdaprov Adhy Harapkan Pengungkapan Nilai Luhur yang Terpendam di Jatim

    Secara terpisah, keterangan dari saksi Muhammad Sayidil Mursalin alias Sayid membeberkan kronologisnya pengambilan uang tersebut. Dikatakan saat ada perintah mengambil barang tersebut, Pak. Junaidi sempat menolak permintaan uang dari MKP. Akhirnya Junaidi mengajak Sayid dan Purnoto ke Notaris Ngoro.
    “Tak tahu barang itu untuk apa cuman terkait tambang. Saat di Notaris saya diminta menghubungi Pak, Fuad Novida atas nama pemilik tambang “ beber Sayid.

    Di Notaris tersebut, Junaidi mengajak Fuad Novida seseorang yang memiliki atas nama izin tambang galian C di wilayah Ngoro Mojokerto. Adapun tujuan ke notaris ini, untuk membuat MOU dengan atas nama izin tambang.

    Setelah ke Notaris ini, Sayid dan Purnoto bertolak ke rumah Junaidi untuk mengambil karung warna putih tersebut. Kemudian karung tersebut diserahkan ke karyawan MKP yakni Samsul Arif di CV Musika. “Karungnya berat pak sekitar 50 kg,” jelasnya.

    Baca juga :  Sekdaprov Adhy Harapkan Pengungkapan Nilai Luhur yang Terpendam di Jatim

    Mantan Karyawan CV Musika Samsul Arif alias Bagus mengakui jika dirinya menerima barang berupa karung warna putih dari Purnoto dan Sayid. Karung berisi uang tersebut diambil oleh ajudan MKP yakni Lutfi. “Iya yang mulia, berisi uang. Beberapa hari kemudian karung yangberisi uang itu diambil Lutfi,” trang Samsul Arif.

    Sementara itu, Mustofa Kamal Pasa menjelaskan jika uang tersebut untuk urusan ijin terkait Galian C. Tetapi uang yang diambil ini merupakan uang lahan MKP yang digunakan Junaidi. “Jadi bukan uang izin yang mulia,” tukas MKP.

    Dalam sidang yang berlangsung hingga malam, Rabu (20-4-2022) tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK), Arif Suhermanto rencanayan menghadirkan 17 saksi fakta., namun hanya 12 saksi yang bisa hadir kali ini. (gia)

    Reporter : Gatot Sugianto

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan