Selasa, 23 Juli 2024
22 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaSaluran Belum Terkoneksi Penyebab Banjir Kawasan Surabaya Pusat

    Saluran Belum Terkoneksi Penyebab Banjir Kawasan Surabaya Pusat

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Sejumlah saluran di kawasan Surabaya Pusat belum terkoneksi satu sama lain. Itu ditemukan di Jalan Kayoon, Jalan Embong Kenongo (Trillium), Jalan Karimun Jawa, serta Jalan Gubernur Suryo. Ini menjadi salah satu penyebab banjir kawasan Surabaya Pusat.

    “Saya sudah cek sejumlah saluran dan brandgang di kawasan Surabaya Pusat. Ternyata, ada saluran yang tidak konek satu dengan lainnya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (14/1/2022).

    Untuk itu, lanjutnya, ia harus memastikan saluran-saluran itu  sudah terkoneksi dalam waktu dekat, dan pengerjaannya sudah harus masuk dalam anggaran 2022 ini.

    Langkah tersebut, kata Eri, untuk mengantisipasi terjadinya genangan air di sejumlah kawasan Surabaya Pusat hingga Jalan Dharmawangsa. Sebab, jika hanya mengandalkan pompa Kalidami, maka upaya itu tidak akan mampu mencegah genangan. Apalagi dengan intensitas hujan sekarang yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

    Baca juga :  Kisruh di PWI Pusat, Puluhan Wartawan Jatim Tuntut KLB

    “Jalan Basuki Rahmat, Panglima Sudirman, dan Dharmawangsa meskipun ada sekru di (pompa) Kalidami, itu pun tidak akan pernah mampu (menampung) kalau airnya yang dari Jalan Biliton difull lari ke Dharmawangsa,” terangnya.

    Makanya, Eri berencana membagi aliran air di kawasan tersebut agar tak hanya menuju ke Kalidami tapi juga ke Sungai Kalimas. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan membangun crossing saluran di kawasan Karimun Jawa untuk memecah aliran air tersebut.

    “Maka, salah satunya jalan air ini dipecah, digembosi, jangan hanya lari ke sana (Kalidami) semua. Nah, yang di Jalan Biliton saya tarik ke arah depannya Siloam (Sungai Kalimas), saya kasih pompa biar masuk ke sana,” ujarnya.

    Baca juga :  Survei Pilwali Surabaya 2024 ARCI: Eri Cahyadi Makin Kokoh, Bayu Airlangga Terus Mengejar

    Upaya yang sama juga diterapkan Wali Kota di kawasan Jalan Kayoon. Terlebih, dari hasil pengecekannya di lokasi tersebut, saluran yang ada di Jalan Kayoon justru tidak terisi air.

    “Tadi yang saya lihat, di Kayoon realnya (saluran) yang besar itu kosong kan. Yang besar itu hanya menampung air dari Kayoon saja, padahal itu dekat dengan Kalimas,” katanya.

    Tak hanya berencana mengkoneksikan saluran di kawasan Kayoon. Eri menilai, bahwa saluran di Jalan Panglima Sudirman, juga harus terkoneksi agar bisa langsung menuju ke Sungai Kalimas. Sehingga, aliran air akan terpecah tak hanya menuju ke Grahadi tapi juga ke Sungai Kalimas.

    “(Aliran air) yang mengarah ke Basuki Rahmat dan arah Grahadi, saya juga minta dibuatkan crossing ke arah Jalan Kenari,” katanya. **

    Editor : wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan