Senin, 26 September 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoWalikota Salurkan Bantuan Sarpras Rp.6 Miliar Pada 202 Kube Inkubasi

    Walikota Salurkan Bantuan Sarpras Rp.6 Miliar Pada 202 Kube Inkubasi

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Pemkot Mojokerto telah menyalurkan bantuan senilai Rp. 6 miliar berupa sarpras (Sarana dan prasarana) dan bahan produksi kepada 202 KUBE (kelompok Usaha Bersama) Inkubasi yang menyebar di 18 kelurahan. Ini agar Peserta wirausaha baru yang lulus menjadi anggota inkubasi bisa langsung memanfaatkan untuk proses produksi sesuai jenis produknya sekaligus menikmati hasilnya.

    “Penyaluran bantuan yang bersumber dari dana kelurahan tahun anggaran 2021 ini, telah di didistribusikan oleh Kantor Diskopukmperindag (Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan) Kota Mojokerto dalam bentuk sarpras peralatan serta bahan produksi kelompok usaha,” jelas Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dikonfirmasi di Rumah Rakyak (Rumah Dinasnya) Senin (20/12/2021) sore.

    Dijelaskan, bantuan tersebut di distribusikan untuk 202 kelompok usaha bersama (kube) inkubasi yang terdiri dari 1.890 orang anggota. Selain itu juga ada bantuan sarpras personal untuk 200 orang peserta inkubasi sulam pita dan aksesoris.

    Baca juga :  Terkait TPPU, Rumah Adik MKP dan CV Musika Disita Negara

    Untuk menentukan jenis peralatan yang disalurkan, lanjut Ning Ita sapaan Wali Kota Mojokerto, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan telah melakukan rekap kebutuhan fasilitas untuk menentukan kebutuhan yang diperlukan bagi kelompok usaha inkubasi sesuai jenis produksinya.

    “Penyerahan bantuan kami awali secara simbolis pada 17 kube dalam bentuk sarpras peralatan, seperti kulkas pendingin, mixer jumbo, oven besar, mesin jahit, mesin seset dan jahit sepatu serta mesin bordir. Program Inkubasi Wirausaha se-Kecamatan Magersari, di kantor Kecamatan Magersari Kamis (17/12/2021). Selain itu, mereka juga mendapat suplai bantuan bahan-bahan untuk proses produksi,” jelas Ning Ita.

    Untuk selanjutnya, bantuan tersebut di distribusikan langsung oleh pihak kelurahan kepada ratusan kelompok usaha yang tersebar di 18 kelurahan se Kota Mojokerto, dan diharapkan tuntas dalam minggu ini.

    Secara terpisah, Camat Magersari, kota Mojokerto, Modjari, S.Sos, menjelaskan, di wilayah Kec. Magersari ada 17 kube (kelompok usaha bersama) yang terdaftar mengikuti pelatihan wirausaha program inkubasi.

    Baca juga :  Monumen Garuda Pancasila Trowulan, Menggugah Semangat NKRI

    Jenis usahanya bervariasi diantaranya kube keripik, sulam pita, cake, batik, aksesoris, jamu, jajanan beras, bordir, sepatu, abon lele dan unggas, bakery, frozen food, minuman kopi dan coklat, sablon printing, tas kanvas goni, produk daur ulang serta jajanan tradisional non beras.

    “Bantuan sarpras yang sudah diterima anggota kube dari 17 macam kelompok usaha bersama tersebut, bisa langsung dimanfaatkan untuk proses produksi bagi ratusan wirausaha baru di Kec. Magersari dan tentunya semua bisa sukses sesuai keinginannya,”harap Camat Magersari.

    Dijelaskan, setelah melewati proses pelatihan dan mendapatkan bantuan sarpras peralatan, sesuai jenis produksinya, anggota kube inkubasi ini tetap mendapatkan pendampingan dari ahlinya selama 6 bulan.

    Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya menjelaskan setelah produksinya mulai berjalan dan lancar, peserta/anggota kube juga didorong mendapatkan sertifikasi halal dan Izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dengan melaksanakan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) kepada ratusan peserta inkubasi.

    Baca juga :  Penyidikan Pada Pemberi Gratifikasi & TPPU Kasus MKP

    “Sertifikat PKP merupakan syarat wajib untuk mengurus PIRT, setelah ini tim dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto akan turun meninjau langsung ke lokasi usaha sebagai finalisasi proses penerbitan sertifikat PIRT,”jelas Ani Wijaya

    Masih penjelasan Ani Wijaya, selain menerima bantuan sarpras, Pemkot Mojokerto, juga mengucurkan bantuan tunai yang bersumber dari dana non APBD senilai total Rp. 300 juta kepada 10 koperasi baru. Bantuan itu digunakan untuk membayar simpanan wajib dan simpanan pokok para anggotanya selama satu tahun.

    “Dana tersebut nantinya juga akan disalurkan kembali kepada para wirausaha baru inkubasi dalam bentuk modal kerja,”jelas Ani Wijaya.

    Menurut Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, setelah dinyatakan paripurna menjadi wirausaha baru mereka tetap akan diberi pendampingan oleh tenaga pendamping selama 6 bulan.

    “Tenaga pendamping ini juga akan membantu sIstem manajemennya dari mulai menghitung biaya produksi dan menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) serta membantu proses marketingnya secara digital online,” tukasnya. (*)

    Reporter : Gatot Sugianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan