Kamis, 2 Desember 2021
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiTenteng Miras La Lati Bersama Tokoh Masyarakat Datangi DPRD Banyuwangi. Ada Apa...

    Tenteng Miras La Lati Bersama Tokoh Masyarakat Datangi DPRD Banyuwangi. Ada Apa ?

    BANYUWANGI (WartaTransparansi.com) – Pasca viralnya video “salam dari Banyuwangi” di media sosial beberapa waktu yang lalu kini muncul lagi vidio yang sama, kali ini memperlihatkan La Lati S.H., Bersama Tokoh – tokoh masyarakat yang di dampingi Kepala Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, menyambangi kantor DPRD Kabupaten Banyuwangi sambil menenteng berbagai jenis minuman keras (Miras) dengan botol yang masih bersegel itu bahkan sempat di gelar di atas meja Sekretaris DPRD Kabupaten Banyuwangi.

    Kedatangan La Lati S. H., bersama tokoh-tokoh masyarakat terkait penolakan masyarakat terhadap aktivitas toko “Banyu Urip” yang memperjualbelikan minuman keras beralkohol tinggi secara bebas. Peredaran miras seperti ini yang telah menimbulkan keresahan masyarakat Selain tidak mendapatkan persetujuan dari warga ,ini membawa dampak kepada banyak remaja di bawah umur bahkan santri-santri ikut terpengaruh mengkosumsi miras.

    Baca juga :  Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan Bagi Guru SMP

    Memurut La Lati. Vidio Salam dari Banyuwangi yang di perankannya sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah atas Maraknya Peredaran Minuman Keras di Kabupaten Banyuwangi.

     

    Selain itu Aktivis kontroversi yang juga berprofesi sebagai pengacara itu mendesak Bupati Ipuk dan Ketua DPRD untuk segera menggelar Audiensi dengan menghadirkan Dinas Perizinan, Kepolisian, Satpol Pp , Pemilik Toko Banyu Urip dan Tokoh tokoh masyarakat Desa Labanasem.

    “Saya melihat Toko Banyu Urip ini telah menyalahgunakan izin dan patut di duga izin yang di keluarkan oleh Dinas Perizinan tidak sesuai syarat-syarat yang di tentukan oleh undang-undang dan atau aturan turunannya sebagai referensi adalah Perda Kabupaten Banyuwangi No.1 tahun 2020 atas perubahan Perda Kabupaten Banyuwangi No.12 Tahun 2015 tentang: Pengawasan, Pengendalian Peredaran dan penjualan minuman Keras,” Jelasnya. Kamis (18/11).

    Baca juga :  Resmi Dilantik, Aditya Ruli Delianto Ketua DPC LAKUMHAM Kabupaten Banyuwangi

    La Lati bahkan menegaskan kalau toko “Banyu Urip” tidak segera menutup kegiatannya di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, kita akan tetap melakukan aksi.

    Kalau tidak segera menutup kegiatan penjualan miras ini maka dirinya setiap minggu akan mengirimkan 1 botol miras Topi Miring Vodka kepada Bupati, Kepala Dinas Perizinan dan Kapolresta Banyuwangi, karena menurutnya izin peredaran dan penjualan miras merupakan izin yang bersifat spesifik yaitu: Spesifik tempat penjualannya, Spesifik produknya dan spesifik jam operasionalnya oleh karenanya salah satu syarat izin peredaran dan penjualan miras di butuhkan persetujuan dari warga setempat dengan mengedepankan nilai-nilai sosial dan nilai-nilai agama agar tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat,” pungkasnya. (yin)

    Reporter : Nuriyah Muzayyin
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan