Rabu, 20 Oktober 2021
27 C
Surabaya
More
    OpiniTajukMenunggu Kebangkitan Startup Digital Indonesia
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Menunggu Kebangkitan Startup Digital Indonesia

     

     

    Surabaya bagian dari Gerakan Nasional Bisnis Inovatif Berbasis Digital 

    Perkembangan ekonomi dunia dan digitalisasi, Indonesia telah memfokuskan untuk meningkatkan Startup Digital, guna membangkitkan persaingan bisnis. Apalagi perkembangan bisnis berbasis Informasi Teknologi ini Indonesia tercepat di Asia.

    Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia memiliki Startup Digital sekitar 2.193, angka itu termasuk kelima terbesar di dunia. Bahkan Indonesia juga memiliki 5 unicorn dan 1 decacorn.

    Guna meningkatkan skala bisnis Startup Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika memfasilitasi pertemuan startup digital unggulan di Indonesia dengan calon investor secara virtual lewat HUB.ID.

    Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan program fasilitasi itu merupakan kelanjutan dari Program Startup Studio dan 1000 Startup Digital, agar Startup Digital bisa meningkatkan pertumbuhan bisnis.

    Diketahui, program Kementerian Kominfo memfasilitasi Startup dan perkembangan Startup Digital, yang telah berjalan sejak beberapa tahun lalu itu setiap tahunnya ditargetkan untuk mendata, memetakan dan mengetahui kebutuhan startup digital.

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memfasilitasi Startup Digital, agar dunia bisnis modern ini semakin berkembang, berdaya saing dan dan tidak kalah dengan startup mancanegara. Bahkan dengan Program HUB.ID ini merupakan rangkaian program Kominfo untuk meningkatkan atau mendorong percepatan atau fasilitasi startup Indonesia untuk berkembang lebih cepat dan juga meningkatkan talenta digital.

    Baca juga :  Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad, Peringatan Anti-Korupsi

    Plt. Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kementerian Kominfo, I Nyoman Adhiarna menyatakan ada dua syarat yang perlu dipenuhi Startup Digital untuk bisa tergabung dalam HUB.ID, yaitu memenuhi prasyarat vertikal yang telah ditetapkan dan sudah berkembang atau memiliki maturitas tertentu.

    Mengenai prasyarat vertikal, Plt. Direktur Nyoman Adhiarna menjelaskan ada 7 fokus bisnis yang dibidik dalam program HUB.ID tahun ini, antara lain; pertanian dan kemaritiman, pendidikian, kesehatan, pariwisata, logistik, keuangan, serta smart city.

    Direncanakan ada tiga tahapan kegiatan utama, yakni: Pertama, Mentoring Singkat, Kedua, Business Matchmaking dan Networking Session, dan Ketiga, Demo Day yang mencakup Preparation serta Grand Demo Day.

    Startup atau perusahaan rintisan (Inggris: startup company atau start-up company) adalah istilah yang merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi.

    Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Perusahaan rintisan termasuk dalam kategori usaha kecil menengah. Manfaat mendirikan perusahaan rintisan adalah untuk memperluas kapasitas investasi dalam produk baru.

    Istilah “startup” menjadi populer secara internasional pada masa gelembung dot-com. Pada saat itu banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan.

    Baca juga :  Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad, Peringatan Anti-Korupsi

    Menurut Salamzadeh dan Kawamorita (2015) terdapat tantangan umum yang biasanya dialami oleh perusahaan rintisan yaitu;

    Pertama, keuangan merupakan bagian integrasi dari proses perusahaan rintisan dimana setiap perusahaan rintisan akan menghadapi masalah keuangan karena beberapa alasan dan dalam tahapan berbeda.

    Kedua, sumber daya manusia, proses dari mulai berdirinya perusahaan rintisan hingga membuat tim manajemen dan memperkerjakan karyawan sangatlah penting untuk berhasil bagi pendiri.

    Ketiga, mekanisme dukungan, sejumlah mekanisme dukungan antara lain investor, akselerator, dan lainnya. kurangnya akses terhadap mekanisme dukungan akan meningkatkan risiko kegagalan.

    Keempat, unsur-unsur lingkungan, yaitu seperti tren, keterbatasan pasar, masalah hukum, politik, dan lainnya.

    Startup sebagai bagian dari
    kewiraswastaan atau kewirausahaan (bahasa Inggris: entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi dan misi bisnis ke dalam kehidupan.

    Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan suatu bisnis baru dengan teknologi baru pula.

    Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) wirausahawan merupakan seseorang yang didorong oleh keserbagunaan, ambisi, kecerdasan, dan kemampuan untuk mengumpulkan mengelompokkan, dan menggunakan informasi untuk mengolah sumber daya dan produk atau jasa.

    Baca juga :  Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad, Peringatan Anti-Korupsi

    Sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan sebagai usaha pengisi jurang di saat pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.

    Menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah disiplin ilmu dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

    Startup Digital adalah inovasi berbisnis dengan basis digital dengan pola dan sistem memanfaatkan kecanggihan teknologi digital. Era digitalisasi pada zaman modern dengan teknologi canggih membutuhkan penggerakan ekonomi baru. Itulah Startup Digital.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, M Fikser, di kantornya Jumat (10/9/2021) mengatakan bahwa Surabaya menjadi salah satu kota pilihan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, memperkuat 2.193 bisnis inovatif berbasis digital dengan sentuhan kebaruan dan perbedaan.

    Sesungguhnya jumlah Startup Digital memang sangat dibutuhkan untuk mendukung gerakan ekonomi nasional menuju persaingan internasional dan dunia. Juga ketahanan ekonomi bangsa dan negara. Oleh karena itu, membutuhkan
    langkah profesional membangun ambisi, kecerdasan, dan kemampuan untuk mengumpulkan mengelompokkan, serta menggunakan informasi untuk mengolah sumber daya dan produk atau jasa.

    Tidak kalah penting, termasuk Startup Digital Kota Surabaya, harus terdata dengan baik sekaligus terpantau perkembangan bisnis berbasis Startup Digital. Dan semua anak bangsa dengan bakat dan potensi pada bisnis ini, lebih elok jika menjaga martabat bangsa ke depan dengan bersaing di Startup Digital dengan cerdas, selalu menampilkan produk baru dan berbeda. Semoga!

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan