Selasa, 26 Oktober 2021
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoPelaku Curanmor Asal Pasuruan Diringkus Polres Mojokerto

    Pelaku Curanmor Asal Pasuruan Diringkus Polres Mojokerto

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Polres Mojokerto berhasil meringkus Komplotan curanmor (pencuri kendaraan bermotor) yang meresahkan warga di wilayah Mojokerto, berikut mengamankan 5 unit motor hasil curiannya.

    Tertangkapnya salah satu pelaku komplotan curanmor asal Desa Lekok Pasuruan, Jawa Timur, setelah berhasil mebawa kabur aksi pencurian ke-7 kalinya berupa motor Scoopy yang terparkir di Alfamart Desa Segunung, Kec. Dlanggu, Kab. Mojokerto.

    “Setelah berhasil membawa kabur motor Scoopy di halaman parker Alfamart Segunung Kec. Dlanggu, Kab. Mojokerto, Tim Satya Haprabu Satreskrim Polres Mojokerto berhasil mengidentifikasi tersangka Iwan menggunakan rekaman CCTV minimarket,” jelas Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander, saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jumat (13/8/2021).

    Masih kata Kapolres, modus komplotan curanmor yang beranggotakan 3 orang, yakni Iwan alias (Buasil), RH dan SN ketiganya warga Pasuruan ini, masing-masing punya peran yang berbeda.

    SN melakukan pengamatan disejumlah lahan parkir minimarket yang ada di Mojokerto yang dirasa aman untuk melakukan pencurian. Selain sasaran minimarket, juga memantau lahan parkir di sejumlah puskesmas yang menyebar di Mojokerto, yang tidak dijaga dengan ketat atau kosong penjaga parkir.

    Baca juga :  Suhartono Kabag Perekonomian, 6 Kecamatan Kosong Sudah Terisi

    Sedangkan Iwan yang sudah diringkus petugas, bertugas mengambil motor (pemetik) dengan modal kunci T, sedangkan pelaku lainnya RH, bertugas mengawasi dari tepi jalan dengan membawa motor kondisi mesin hidup seolah hendak belok memuju minimarket, untuk mengelabuhi warga yang melihatnya.

    “Tujuan pelaku RH mengawasi dari kejahuan di tepi jalan dengan naik motor kondisi mesin hidup, apabila pelaku iwan ketahuan melakukan pencurian dan diteriaki maling oleh korban, bisa dengan mudah kabur bersama pelaku yang sudah siaga sebelumnya,” jelas Kapolres.

    Menurut Dony, setelah ada laporan curanmor motor matic Scoopy di halaman parkir minimarket Segunung, Dlanggu, Tim Satya Haprabu Satreskrim Polres Mojokerto turum ke TKP dan berhasil mengidentifikasi tersangka Iwan menggunakan rekaman CCTV minimarket, pada 26 Juli lalu sekitar pukul 07.00 WIB.

    Baca juga :  Walikota Mojokerto Antisipasi Musim Penghujan Akhir Tahun

    Selang sehari, tersangka Iwan diringkus polisi di Pasar Buah Mojosari, Mojokerto, pada 27 Juli sekitar pukul 13.30 WIB. Tim Satya Haprabu Satreskrim Polres Mojokerto lantas memburu 2 pelaku lainnya yang satu komplotan yakni RH dan SN ke Pasuruan. Namun, keduanya berhasil kabur.

    Petugas menyita sejumlah barang bukti dari rumah SN sebagai penadah sepeda motor curian. Yakni 5 sepeda motor curian, 4 kunci T, 1 magnet pembuka tutup kunci, beberapa ponsel, 10 pelat kendaraan bermotor, serta pakaian yang digunakan Iwan saat mencuri di depan minimarket Segunung

    Menurut Kapolres, diduga sudah 10 kendaraan dicuri komplotan ini. Masih kami kembangkan untuk menentukan TKP pencurian dan para korban supaya kami bisa melacak tersangka lainnya yang menjadi jaringan curanmor ini.
    Akibat perbuatannya, Buasil alias Iwan disangka dengan pasal 363 ayat (2) KUHP. Hukuman 9 tahun penjara sudah menantinya

    Pada kesempatan itu, Dony juga menyerahkan sepeda motor Honda Scoopy milik Aura Ardita (18), warga Pacet, Mojokerto, yang di curi di halaman parkir Minimarket-Dlanggu, dan Honda Beat milik Febri, Warga Puri, yang mengaku kehilangan motornya saat melakukan Rapit Tes Covid-19 di Puskesmas wilayah Puri Mojokerto.

    Baca juga :  Walikota Mojokerto Antisipasi Musim Penghujan Akhir Tahun

    “Sesuai aturan, kami berikan hak pinjam pakai kepada korban agar kendaraan ini bisa dipakai beraktivitas, sehari-hari. Setelah sidang, kendaraan akan dikembalikan sepenuhnya ke korban,” tegasnya.

    Sementara itu, tersangka Iwan mengaku sudah 7 kali mencuri sepeda motor di Kabupaten Mojokerto. Residivis kasus curanmor ini menjual sepeda motor curian ke SN dengan harga Rp 3 juta per unit. Ia mengaku membuat sendiri kunci T untuk merusak kontak motor korbannya.

    Sedangkan alasannya tersangka yang merupakan residivis spesialis curanmot, dengan sasaran halam parkir minimarket dan halaman parkir puskesmas yang jarang ada penjaga parkirnya untuk mebiayai kebutuhan hidup sehari-hari.

    “Kami terpaksa mencuri motor, karena sulit cari kerja, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nggak bisa ditinggalkan. Saya punya istri dan dua anak,” jelas Iwan. (*)

    Reporter : Gatot Sugianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan