Sabtu, 31 Juli 2021
34 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaTinjau RS Lapangan Tembak,  Mensos: Ini Paling Relevan, Tapi Semoga gak Kepakai

    Tinjau RS Lapangan Tembak,  Mensos: Ini Paling Relevan, Tapi Semoga gak Kepakai

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Menteri Sosial Tri Rismaharini didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, meninjau persiapan Rumah Sakit Lapangan Tembak di Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, Senin (5/7/2021). Rencananya, sejumlah bantuan dari Kemensos, akan dipakai di rumah sakit tersebut.

    Saat di lokasi, Risma bersama Eri langsung meninjau beberapa ruangan yang sudah dipersiapkan untuk merawat pasien Covid-19. Bahkan, beberapa kali keduanya berdiskusi tentang pemanfaatan Rumah Sakit Lapangan Tembak itu.

    Eri mengatakan Rumah Sakit Lapangan Tembak itu terus dipersiapkan hingga saat ini. Beberapa perbaikan pun terus dikebut, termasuk penutupan atau sekat-sekatnya, sehingga dia berharap ketika ada pasien Covid-19 masuk, sudah bisa nyaman untuk ditinggali.

    Baca juga :  Stakeholder Gotong Royong Mengatasi Pandemi Covid-19 Surabaya

    “Sekarang sudah sekitar 90 persen persiapannya, dan terus kami kebut,” kata Wali Kota Eri.

    Ia juga memastikan bahwa bantuan dari Kemensos RI, termasuk 250 bed dan 50 velbed akan langsung dipasang di Rumah Sakit Lapangan Tembak. Sebab, ia ingin IGD dan beberapa ruangan akan segera difungsikan terlebih dahulu, kemudian ruangan lainnya akan menyusul.



    “Sudah banyak yang menyampaikan untuk masuk ke situ, banyak antri. Bahkan, di Hotel Asrama Haji itu sudah ada 700 yang antri. Kalau nanti sudah dibuka, maka kami ambil yang parah dulu, kalau OTG di Asrama haji dan di rumah,” ujarnya.

    Karena itu, Eri  berharap kepada semua warga Kota Surabaya yang punya gejala Covid-19, harus segera tes swab PCR dan isolasi mandiri. Ia memastikan, akan sekuat tenaga untuk narik dan dibawa untuk isolasi mandiri.

    Baca juga :  Besok Ada Vaksinasi Massal di Gelora Pancasila dan Lapangan Thor

    “Supaya kami lebih mudah kontrolnya, karena menyelamatkan nyawa lebih penting, tapi kalau isolasi mandiri sendiri kan jumlahnya banyak dan tidak terarah, tidak ada yang kontrol,” imbuhnya.

    Eri juga menyampaikan bahwa sudah ada 2000 relawan yang sudah dites swab dan sudah divaksin. Mereka nanti akan membantu sosialisasi ke tingkat bawah supaya warga selalu patuh protokol kesehatan.

    Sementara itu, Risma bersyukur karena Surabaya bakal punya tempat untuk isolasi. Meski begitu, ia berharap Rumah Sakit Lapangan Tembak itu tidak dipakai, karena dia juga berharap kasus Covid-19 di Surabaya semakin landai, sehingga tidak membutuhkan lagi rumah sakit lapangan.

    “Alhamdulillah, tapi mudah-mudahan gak kepakai,” ujar Risma.

    Baca juga :  Warga Surabaya Terdampak C19 dapat Bantuan Beras 5 Kg

    Ia juga menjelaskan bahwa Rumah Sakit Lapangan Tembak itu sudah cukup layak. Sebab, kondisi sekarang sudah tidak memungkinkan. Bahkan, sekarang ini memang tidak bisa memberikan sesuatu yang diinginkan oleh semuanya.

    “Menurut saya ini yang paling relevan karena kalau di tengah kota, kadang warga juga menolak. Nah, kalau di sini kan jauh dari mana-mana dan jauh dari perumahan warga,” katanya. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan