Selasa, 19 Oktober 2021
27 C
Surabaya
More
    InternasionalPemerintahan Netanyahu Berakhir, Ini Fakta Ngeri Bennett Pemimpin Baru Israel

    Pemerintahan Netanyahu Berakhir, Ini Fakta Ngeri Bennett Pemimpin Baru Israel

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu selama 12 tahun terakhir resmi berakhir, Minggu (13/6/2021). Parlemen Israel, Knesset, telah mengesahkan kabinet baru Israel pimpinan Naftali Bennett.

    Dalam pemungutan suara, Minggu sore, Bennett menang tipis suara di parlemen dengan dukungan 60-59 dari total 120 anggota Knesset.

    Kabinet baru itu dari koalisi delapan partai, yakni Partai Ra’am, Partai Buruh, Partai Putih dan Biru, New Hope, Meretz, Yisrael Beiteinu, dan Yamina. Koalisi yang dinamakan Kabinet Perubahan tersebut dipimpin mantan wartawan yang juga eks menteri keuangan Israel, Yair Lapid, dan partainya, Yesh Atid.

    Berdasarkan kesepakatan politik koalisi, politikus sayap kanan dan pemimpin partai Yamina, Naftali Bennett, menjadi perdana menteri menggantikan Netanyahu selama dua tahun ke depan. Setelah itu, kursi PM akan dialihkan kepada Lapid.

    Sejumlah pihak menilai kepemimpinan Bennett tak akan membantu mencerahkan prospek perdamaian Israel-Palestina.

    Warga Palestina bahkan menganggap kepemimpinan Bennett sebagai pukulan yang semakin menjauhkan mereka dari harapan perdamaian dengan Israel dan kemerdekaan.

    Fakta Mengerikan Bennett

    Bennett di tahun 2010-2012, adalah kepala badan politik utama (Dewan Yesha) yang mewakili pemukim Israel yang tinggal di tanah pendudukan Palestina yang melanggar hukum internasional dan merupakan pendukung setia perusahaan permukiman ilegal Israel.

    Dalam debat televisi 2010 dengan anggota Knesset Palestina, Ahmad Tibi, Bennett mengatakan: “Ketika kalian masih berayun-ayun di pohon, kami sudah memiliki negara Yahudi.”

    Dikutip Reuters, pada 2013, Bennett memicu kontroversi dengan mengatakan orang-orang Palestina adalah teroris dan harus dibunuh. Dilaporkan bahwa selama rapat kabinet tentang pembebasan tahanan Palestina, ia menyatakan: “Jika kita menangkap teroris, kita hanya perlu membunuh mereka… Saya telah membunuh banyak orang Arab dalam hidup saya, dan tidak ada masalah dengan itu,” seperti dikutip Anadolu.

    Pada April 2014, sebagai Menteri Ekonomi dan Layanan Agama, saat itu Bennett merilis sebuah surat yang ditujukan kepada warga Palestina Israel, sekitar 20% dari populasi, memperingatkan mereka agar tidak menjadi “fifth column”. Fifth Column (Kolom kelima) adalah sekelompok orang yang melemahkan kelompok yang lebih besar dari dalam, biasanya mendukung kelompok atau bangsa musuh.

    Bennett juga menganjurkan peningkatan kontrol Yahudi atas kompleks masjid Suci (Masjid Al-Aqsha) yang dihormati di Yerusalem Timur.

    Pada Februari 2014, Bennett mengatakan pada pertemuan Konferensi Presiden Organisasi Besar Yahudi bahwa Israel berusaha untuk melakukan kontrol yang lebih besar atas Tempat Suci itu, menyatakan bahwa ia telah mengambil langkah-langkah yang “pada akhirnya akan memengaruhi sisi timur Yerusalem.

    Masih di tahun 2014, Bennett menulis untuk The New York Times, dengan judul, “Bagi Israel, Dua Negara Bukan Solusi,” mengulangi sekali lagi penentangannya terhadap penentuan nasib sendiri bangsa Palestina dan rencananya untuk mencaplok 60% Tepi Barat.

    Di tahun 2018, Bennett mengatakan bahwa jika ia menjadi menteri pertahanan, ia akan memerintahkan kebijakan “tembak untuk membunuh” terhadap warga Palestina yang mencoba berjalan melintasi perbatasan antara Israel dan Gaza.

    Ketika ditanya apakah dia akan menginstruksikan tentara untuk membunuh anak-anak Palestina, Bennett berkata, “Mereka bukan anak-anak – mereka adalah teroris.”

    Pada tahun 2020, sebagai Menteri Pertahanan, Bennett memerintahkan penghentian pengujian yang dijalankan tentara Israel terhadap warga Palestina untuk Covid-19 di Jalur Gaza, di tengah pandemi. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly Aljufri
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan