Kamis, 23 September 2021
32 C
Surabaya
More
    HukrimSeluruh Polda Diinstruksikan Berantas Premanisme
    * Puluhan Tukang Palak Langsung Dicokok

    Seluruh Polda Diinstruksikan Berantas Premanisme

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Setelah ditelepon Presiden Joko Widodo atas keluhan para sopir truk kontainer di wilayah Jakarta Utara. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung menginstruksikan seluruh Polda dan Polres jajaran untuk memberantas setiap aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Puluhan tukang palak ditangkap tim gabungan Polda Metro Jaya, Jumat (11/6/2021).

    “Seluruh Polda dan Polres jajaran harus menindak tegas aksi premanisme yang meresahkan. Hal itu demi menjamin keselamatan dan memberi rasa tenang kepada masyarakat,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta.

    Sigit menyebut telah memberikan instruksi langsung kepada Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dan seluruh Kapolda untuk tidak memberikan ruang sedikitpun bagi oknum-oknum masyarakat yang melakukan aksi premanisme.

    Kemudian, Sigit juga meminta kepada jajarannya untuk merilis setiap penangkapan preman. Hal itu bertujuan untuk memberangus dan membuat efek jera para preman.

    “Negara tidak akan kalah dengan aksi premanisme. Oknum dan preman segera bersihkan, tangkap dan tuntaskan,” tegasnya.

    Polisi Langsung Bergerak

    Sebanyak 49 pelaku pungutan liar terhadap pengemudi kontainer telah ditangkap tim gabungan pihak Kepolisian dari Polda Metro Jaya.

    “Yang kami amankan ini total ada 49 orang, di situ perannya masing-masing dengan kelompok masing-masing, di pos-pos di sini, ada dua PT DKM dan juga PT GFC,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (11/6/2021).

    Puluhan yang ditangkap, dari Polres Metro Jakarta Utara 42 orang, dan 7 orang dicokok Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

    Semua pelaku pungli diamankan dalam kurun waktu 2 jam setelah pertemuan antara Presiden Jokowi dengan para sopir truk.

    Puluhan pelaku diamankan ke Mapolres Metro Jakarta Utara dan Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok untuk diproses lebih lanjut.

    “Ini mereka di pos-posnya masing-masing mulai dari masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok sampai dengan nanti mengangkat kontainer tersebut. Ini yang dilakukan para pelaku, pungli. Mulai dari Rp 2 ribu perak, Rp 5 ribu perak, Rp 10 ribu, sampai Rp 20 ribu. Jadi masuk per pos-pos,” jelas Yusri.

    Seperti diberitakan, belasan sopir kontainer diajak dialog oleh Presiden Joko Widodo di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Dalam dialog, para sopir pun mengeluhkan masalah premanisme yang suka memalak dan adanya pungutan liar yang kerap dialami.

    Mendengar cerita para sopir kontainer, Jokowi lantas memanggil ajudannya, Kolonel Pnb. Abdul Haris, memintanya untuk menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui telepon.

    Jokowi mengatakan, dirinya akan terus mengikuti proses ini sehingga keluhan-keluhan yang disampaikan bisa diselesaikan.

    “Perintahnya ke Kapolri biar semuanya jelas dan bisa diselesaikan di lapangan. Nanti akan saya ikuti proses ini. Kalau keluhan-keluhan seperti itu tidak diselesaikan, sudah pendapatannya sedikit, masih kena preman, masih kena pungli, itu yang saya baca di status-status di media sosial. Keluhan-keluhan seperti itu memang harus kita selesaikan dan diperhatikan,” tandasnya. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly Aljufri
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan