Selasa, 22 Juni 2021
31 C
Surabaya
More
    TajukButuh Fatwa Ulama Wajib Memerangi Corona di Madura

    Butuh Fatwa Ulama Wajib Memerangi Corona di Madura

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

     

    Perkembangan kasus terinfeksi positif coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Bangkalan, dikhawatirkan semakin meningkat.

    Terbukti ketika ruang isolasi RSUD Syarifah Ambami Ratu Ebo ditambah kapasitan bed, jumlah pasien terus meningkat. Bahkan diprediksi melebihi dari data.

    Mengapa? Hingga kasus Covid-19 meledak di Bangkalan, situasi dan kondisi diwarnai kepanikan karena varian virus Corona masuk katagori cepat.

    Dimana satu keluarga dalam waktu 48 jam dalam kondisi sehat wal afiat, tidak ada penyakit komorbit meninggal dunia.

    Tidak berhenti disitu, kiai dan tokoh agama setelah memandikan janazah juga menjadi korban penyebaran varian baru Corona super cepat itu, kemudian menyusul meninggal dunia.

    Hingga Selasa (8/6/2021), tanda-tanda mengubah budaya warga Madura masih menggap tidak Corona, tidak perlu masker, tidak perlu cuci tangan dengan sabun hingga bersih, tidak perlu jaga jarak, tidak perlu mencegah atau menghalangi kerumunan, masih belum masif. Jadi memerlukan fatwa dari ulama atau kiai bahwa hukumnya memerangi varian virus baru atau virus lama Corona wajib.

    Apalagi, 3T (tracing, testing, dan treatment) belum bisa maksimal. Ketua Satgas Covid-19 Nasional dan Ketua BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Ganip Warsito SE MM, menyatakan akan mengaktifkan dan memaksimal posko PPKM Mikro dengan melakukan penyekatan.

    Ganip saat turun ke Bangkalan, Rabu (8/6/2021), sebagaimana wawancara televisi swasta menegaskan akan memaksimalkan pendataan, memutakhirkan data kasus terbaru, juga pendataan lebih lengkap. Semua dilakukan untuk mengefektifkan fungsi pencegahan, penanganan, dan memberi dukungan.

    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam mendukung penyekatan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19,
    memimpin langsung penyekatan di kaki Jembatan Suramadu sisi Surabaya.

    Penyekatan di kaki Suramadu sisi Surabaya, Satgas Covid-19 Kota Surabaya mewajibkan warga Madura untuk Rapid Antigen sebelum masuk Kota Surabaya.

    Kebijakan tegas ini diambil sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Surabaya, pasca kasus di Kabupaten Bangkalan meningkat.

    Wali Kota Eri mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Bangkalan terkait upaya menekan laju penyebaran Covid-19.

    Sebab, Kota Surabaya dan Kabupaten Bangkalan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, sehingga perlu adanya saling support antar pemangku kepentingan.

    Kabupaten Bangkalan gerbang seluruh warga Madura menuju Kota Surabaya, kemudian titik penyebaran berikutnya setelah masuk Surabaya ke seluruh penjuru nusantara.

    Penyekatan juga dilakukan di Dermaga Ujung, Pelabuhan Tanjung Perak.
    Bahkan tetap ketat dilakukan screening. Sehingga setiap warga yang datang dari Madura menggunakan angkutan kapal.

    Oleh karena itu, salah satu upaya memutus mata rantai Covid-19 di Bangkalan, supaya amuk Corona tidak meledak ke mana-mana, minimal wajib memakai masker dan penyekatan setiap posko dengan pemeriksaan atau testing standar Covid-19.

    Apalagi, jika semua pihak dengan menggandeng ulama dan kisi, sebagai simbol tokoh agama, memberikan fatwa bahwa Budaya Memerangi Corona wajib hukumnya, mungkin lebih muda melakukan pencegahan, penanganan, dan pengendalian Covid-19.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan