Senin, 21 Juni 2021
27 C
Surabaya
More
    TajukAmuk Covid-19 di Bangkalan, Warga Wajib Sadar Prokes, 5M dan 3T

    Amuk Covid-19 di Bangkalan, Warga Wajib Sadar Prokes, 5M dan 3T

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

     

    Di luar dugaan pintu masuk menuju Kepulauan Madura dari jalur Jembatan Suramadu, terjadi amuk Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

    Peningkatan kasus terinfeksi positif Covid-19 terus naik signifikan. Tetapi data riil sesuai kondisi di lapangan masih terkesan simpang siur. Belum ada kepastian hasil pendataan melalui 3T (tracing, testing , dan treatment) guna memperkuat amuk virus Corona karena apa?

    Salah satu tolok ukur bahwa ketika RSUD Syarifah Ambami Ratu Ebo Bangkalan, jika sebelumnya ditutup sampai Selasa (8/6/2021), Senin pagi (7/6/2021) setelah dibuka sehari sudah dipenuhi pasien kasus terinfeksi Covid-19.

    Jumlah pasien meninggal dunia juga dilaporkan naik, tetapi tidak rinci rigit, sesuai dengan wilayah desa/kelurahan beserta faktor penularan atau penyebaran karena apa?

    Kelemahan dan faktor budaya bahwa masyarakat Madura selama ini tidak mau didata soal Covid-19, bahkan menganggap virus Corona tidak ada, maka memerlukan penanganan dan pengendalian secara masif melakukan kesadaran melaksanakan Prokes dengan 3T dan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, membasi kegiatan, mencegah dan melarang kerumunan massa).

    Mengapa? Amuk Covid-19 di Bangkalan mau tidak mau harus menurunkan tim khusus memasifkan 3T dan 5M, di 5 kecamatan zona merah setengah hitam, terutama Arorbaya, Tongguh, Sepuluh, Klampis dan Geger, supaya dapat mendeteksi varian virus dan pola penyebaran.

    Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menurut Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Senin (7/6/2021) sudah sejak Kamis (3/6/2021) melakukan koordinasi. Tetapi justru pada Sabtu dan Minggu (4-5 Juni 2021) kasus terinfeksi Covid-19 meledak.

    Diketahui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, dr Herlin Ferlina M.Kes, tertanggal 5 Juni 2021, mengirimkan surat ke direktur RSUD Syarifah Ambami Ratu Ebo Bangkalan dan 7 rumah sakit pemerintah dan swasta di Surabaya untuk mempersiapkan diri jika terjadi amuk Covid-19 lebih mengkhawatirkan lagi.

    Pemprov Jatim secara simultan melakukan koordinasi dengan Pemkab Bangkalan dan Pemkot Surabaya.

    Pemprov juga telah melakukan percepatan rujukan pasien covid-19 dari Bangkalan ke RS Dr Soetomo dan rumah sakit rujukan lainnya di Surabaya.

    Gubernur Khofifah mengatakan, khusus untuk RSUD Syarifah Ambami Ratu Ebo Bangkalan, telah disiapkan penambahan bed perawatan pasien covid-19 guna relaksasi rumah sakit di Bangkalan, yang kini memang angka huniannya sudah cukup tinggi.

    Selain itu, Pemprov Jatim juga tengah melakukan tracing dan testing secara ketat pada masyarakat yang berkontak erat.

    Diketahui, saat ini rumah sakit Bangkalan membutuhkan HFNC, ventilator serta beberapa jenis obat.

    Pemprov Jatim telah mengkomunikasikan ke Kementerian Kesehatan dan akan segera dikirim sebanyak 32 unit HFNC langsung ke Bangkalan.

    Pemprov Jatim juga sudah mengirimkan pemenuhan kebutuhan obat ke Bangkalan, dan telah mengusulkan ke dirjen di Kemenkes agar 32 HFNC dikirimkan langsung ke Bangkalan.

    Lalu bagi pasien yang kondisinya berat bisa segera dirujuk langsung ke RS Dr Soetomo, agar penanganan maksimal, karena alat dan dokternya juga lebih lengkap dan agar RS di Bangkalan bisa ada relaksasi.

    Amuk Covid-19 di Bangkalan, tidak tertutup kemungkinan melonjak lebih dahsyat lagi, mengingat kesadaran masyarakat untuk bersedia melakukan test PCR masih rendah, juga membutuhkan keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat membantu melakukan pendataan dengan 3T berbasis desa/kelurahan.

    Mau tidak mau protokol kesehatan (Prokes) wajib dijalankan, jika perlu dengan meminta bantuan aparat keamanan TNI dan Kepolisian bersama tokoh agama melakukan gerakan sadar Prokes, sadar 3T dan 5M.

    Tim Khusus Terpadu perlu diturunkan ke Bangkalan dan Madura, karena amuk Covid-19 di Bangkalan, dikhawatirkan menyebar ke Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

    Langkah-langkah strategis mulai sadar Prokes, sadar 3T, sadar 5M, bersamaan dengan kampanye memutus mata rantai Covid-19, di Bangkalan dan Madura bersifat wajib dan segera. Supaya pengendalian dan penyebaran dapat dilakukan seoptimal mungkin sebelum menumbuhkan gerakan klaster baru.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan