Selasa, 22 Juni 2021
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaJembatan Suramadu Bergoyang, Macet Bangkalan Lebih 17 Km

    Jembatan Suramadu Bergoyang, Macet Bangkalan Lebih 17 Km

    * Dampak Penyekatan dan Test Antigen

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Penyekatan dan rapit test antigen oleh Pemkot Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak di Jembatan Suramadu, Minggu (6/6/2021) menimbulkan kemacetan luar biasa.

    Hal itu disampaikan Dhani Dharmawan, warga Surabaya. Saat kegiatan berlangsung, kendaraan roda empat yang ia tumpangi tepat berada di tengah jembatan Suramadu.

    “Macetnya luar biasa panjang. Kendaraan yang ada di atas jembatan Suramadu full, baik dari sisi Bangkalan maupun Surabaya,” ujarnya kepada WartaTransparansi.com.

    Kemacetan, jelasnya, hanya terjadi menuju Surabaya. Panjang macetnya lebih dari 17 km. Sementara arah ke Bangkalan dar Surabaya lengang.

    “Lha, panjang jembatan Suramadu saja hampir enam kilo meter (5.438 km). Sementara kemacetan sudah terasa sebelum saya mendapatkan lampu merah di Bangkalan,” sebutnya.

    Baca juga :  Ormas dan Tokoh Madura Dukung Penanganan Pandemi Surabaya dan Bangkalan

    Saat macet, Dhani mengaku tepat di tengah jembatan Surabaya. Itu sekitar pukul 14.00. Dan sampai di Kedung Cowek (Surabaya), sekitar pukul 17.15. Berarti lebih tiga jam berada di atas jembatan Suramadu.

    Penyebab macet itu, lanjut Dhani, awalnya semua pengendara diwajibkan tes antigen. Tiga lajur berhenti total. Lama kelamaan kendaraan roda dua dan empat semakin banyak, menumpuk di atas jembatan.

    Hasil jepretan Dhani Dharmawan saat berada di atas Jembatan Suramadu.

    “Saya sendiri saat itu pas di posisi tengah yang ada tiang jembatannya. Ada perasaan takut, karena selain angin yang kencang, jembatan juga bergoyang jika ada kendaraan dari Surabaya menuju Bangkalan. Takut tiang pancangnya roboh, terasa banget goyangnya” katanya.

    Baca juga :  Angka Positif Covid-19 di Surabaya Merangkak Naik 

    Karena ada desakan dari pihak satker Suramadu, lanjut Dhani, akhirnya semua kendaraan berplat L dan ber KTP Surabaya diloloskan semua. Yang punya KTP Bangkalan, meskipun plat kendaraannya L, oleh petugas langsung disuruh putar balik.

    “Kalau kendaraan plat M, petugas sudah tidak memeriksanya, tapi langsung disuruh balik ke arah Bangkalan,” ujarnya.

    Menurut Dhani, ketakutan dari pihak Satker Suramadu, jembatan bisa ambruk karena bebannya. Sebab, satu mobil saja dilarang berhenti di jembatan, apalagi ini sampai menumpuk. Sebab, salah satu kekuatan jembatan Suramadu, ada pada seling/tali jembatan.

    “Saya sempat melihat Wali Kota Eri di Kedung Cowek ikut terlibat dalam kegiatan itu. Benar banget jika Wali Kota ingin melindungi warganya dari Covid-19. Apalagi di Bangkalan ada kejadian kasus Covid sehingga RSUDnya ditutup sementara,” katanya.

    Baca juga :  Vaksinasi di Surabaya Tembus 1,2 Juta Jiwa

    “Tapi, menurut saya, alangkah lebih eloknya lagi kalau kegiatan seperti ini melibatkan semua pihak terkait, seperti dari Bangkalan, Satker Suramadu dan lainnya. Kalau mau niat, tidak hanya di sisi Surabaya saja yang dilakukan tes antigen, tetapi juga sisi Bangkalan sebelum masuk jembatan Suramadu. Dengan begitu, kendaraan tidak menumpuk di atas jembatan. Itu kalau mau niat,” imbuh Dhani.

    Diketahui, kegiatan tes antigen sebagai bentuk antisipasi mengingat kasus Covid di Bangkalan meningkat. Ditambah lagi  IGD RSUD Bangkalan ditutup, lantaran 29 nakes-pegawai positif Covid. Bahkan, 18 orang juga dinyatakan positif di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly Aljufri
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan