Mulai hari ini angkutan antar Provinsi kembali beroperasi

Mulai hari ini angkutan antar Provinsi kembali beroperasi
MONEV LEBARAN : Guberur Jatim Khfifah didampingi Kadishub Jatim Nyono (kiri) dan Kepala Dinkes Jatim Herlin Ferliana melakukan monev Lebaran, Senin (17/5/2021)

“Meski hari ini terakhir larangan mudik, tetapi kita tetap ketat. Kita pastikan antigen masing-masing titik siap. Kalau tidak antigen, disipkan Genose. Jangan lupa untuk menyemprot disinfektan di terminal dan pelabuhan. Tidak boleh kendor untuk menjalankan protokol kesehatan. Ini penting untuk tetap menjaga bersama pengendalian Covid-19,” tegas Khofifah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono menjelaskan, prediksi penumpang kendaraan umum jika tidak ada larangan mudik akan mencapai 1,925 juta penumpang.

Dengan adanya larangan mudik ini, prediksi dari Dishub Jatim mencapai 283.943 penumpang. Namun realisasi hingga saat ini di lapangan mencapai 210.469 penumpang atau setara dengan 10,92 persen.

Ditambahkan, terkait dengan kedatangan Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) total kedatangan PMI kumulatif sejak tanggal 28 April – 16 Mei 2021 sebesar 8.754 orang. Estimasi kedatangan PMI pada tanggal 17 Mei 2021 sebanyak 250 orang. Dengan rincian dari  dari Scott Singapura sebanyak 35 orang, Air Asia dari Malaysia sebanyak 155 orang, dan Jetstar dari Singapura sebanyak 60 orang.

Nyono juga menjelaskan, pengetatan kembali setelah larangan mudik berlangsung pada 18-24 Mei 2021. Pada tanggal tersebut, kembali diberlakukan untuk persyaratan Antigen dan PCR dari 2-3 hari menjadi 1 hari.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinkes Jatim Herlin Ferliana menjelaskan, berdasarkan laporan screening Covid-19 di Pos Kesehatan (Poskes) dalam rangka kesiapsiagaan Liburan Idul Fitri 1442 H mulai tanggal 6-17 Mei 2021 terdapat sebanyak 38 kasus positif dari hasil rapid antigen.

Terdiri dari Kota Kediri 9 kasus, Kab. Tuban 7 kasus, Kab. Ngawi 6 kasus, Kab. Malang 4 kasus,  Kab. Pasuruan 4 kasus, Kab. Ponorogo 1 kasus, Kab. Kediri 1 kasus, Kab. Bondowoso 1 kasus, Kab. Sidoarjo 1 kasus, Kab. Madiun 1 kasus, Kab. Magetan 1 kasus, Kab. Lamongan 1 kasus, dan Kab. Gresik 1 kasus. (*)