Senin, 21 Juni 2021
26 C
Surabaya
More
    TajukIsrael dan Surat Al-Lahab

    Israel dan Surat Al-Lahab

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

     

    Perilaku kaum Zionis Israel sebutan lain orang-orang Yahudi sedunia selalu tidak puas dengan kemapanan umat Islam, dan ketetapan Allah SWT itu sudah menggariskan sebagaimana kisah Abu Lahab dalam surat Al-Masad atau surat Al-Lahab.

    Sebagaimana terjemahan dari surat Al-Lahab;
    (1). Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!

    (2). Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.

    (3). Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).

    (4). Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).

    (5). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

    Karena surat Al-Lahab inilah, maka kisah paman Nabi Muhammad SAW walaupun memberikan penghormatan saat kelahiran Rasulullah, maka tetap sebagai quraish yang terus memusuhi dakwah penyebaran Islam ketika itu.

    Dalam satu riwayat disebutkan bahwa karena senang ketika Nabi Muhammad dilahirkan, maka setiap hari Senin, hari dimana Nabi dilahirkan sampai hari ini Abu Lahab mendapat keringanan siksaan di neraka.

    Kebengisan dan kelicikan Yahudi “zionis” Israel dalam menghalalkan segala cara untuk merebut tanah Yerussalem, dengan menghancurkan Palestina, karena Al-Quran sudah menetapkan. Dan ini berlangsung sampai kapan pun.

    Sebagaimana Allah SWT menggambarkan pada surat Al-Bayyinah (ayat 6), “Sesunggunya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya mereka itu seburuk-buruk makhluk”.

    Sehingga penghancuran negara Palestina dengan berbagai alasan, semata-mata keahlian terhadap kitab terdahulu dan sudah mengetahui bahwa akan disempurnakan
    Al-Quran, karena
    Rasul penerima kita suci Al-Quran bukan dari garis keturunannya, maka mengingkari selamanya.

    Sebagaimana Al-Quran sudah mengingatkan janganlah kalian menjadikan Yahudi sebagai teman, sahabat atau mitra penolong.

    Sejak masa Nabi Musa (kisaran 1700 SM), Nabi Dawud dan Sulaiman, hingga berdirinya Israel Raya di tahun 1948 oleh kelompok zionis, menjadikan sejarah Yahudi selalu dipenuhi oleh sejarah kelam, genosida, pembantaian dan peperangan tanpa henti.

    Mimpi membangun kembali Haikal Sulaiman yang mereka yakini sebagai arah baru kebangkitan kejayaan bangsa Yahudi menjadi ambisi Yahudi Zionis yang ingin kembali merebut tanah negeri Palestina dan mengusir penduduk bangsa Arab.

    Haikal Sulaiman yang mereka yakini berdiri di atas Masjid Al-Aqsha itulah yang sampai detik ini membuat mereka tetap bersemangat menggali terowongan di bawah Masjid yang pernah menjadi kiblat kaum muslimin.

    Bagi orang Yahudi, Haikal Sulaiman yang dulunya diyakini sebagai tempat peribadatan bangsa Yahudi yang kemudian dihancurkan oleh Nabukadizer dari Babioliona merupakan simbol kejayaan bangsa Yahudi.

    Tetapi seluruh kemasyhuran termasuk Haikal Sulaiman, sudah dipercaya oleh mereka akan disempurnakan dan diceritakan kembali pada Al-Quran. Tetapi takdir dan ketetapan sudah menutup “hidayah” dan membuka memperoleh kebenaran sesungguhnya.

    Zionis Yahudi atau Israel sama dengan kisah Abu Lahab, sama-sama sudah menjadi ketetapan dalam Al-Quran. Kini menunggu skenario Allah SWT bahwa umat Islam akan diuji dan diberi kekuatan juga diberi kemenangan.

    Hingga Minggu (16/5/2021) zionis Israel terus menghancurkan kekuatan Palestina dengan membabi buta,
    Majelis Dakwah Islamiah (MDI) Provinsi Jawa Timur mengambil sikap untuk mendukung baik moril maupun materiil. Ketua MDI Jatim
    Dr. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag dan
    Sekretaris MDI Jatim H.R.B. Zainal Arifin, SH.,M.Hum, menyerukan kepada dunia Islam dan pemerintah Indonesia;

    Pertama, mengecam keras serangan tantara Israel terhadap rakyat Palestina, yang seharusnya suasana saat ini harus dijaga karena bertepatan dengan suasana Idul Fitri, dimana semua orang tahu bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan;

    Kedua, menyesalkan serangan tantara Israel di Masjid Al-Aqsa saat muslim Palestina menjalankan sholat tarawih, dan menilainya sebagai perbuatan yang sangat biadab, sehingga korbannya sangat dirasakan oleh masyarakat sipil, bahkan banyak diantaranya perempuan dan anak-anak;

    Ketiga, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya terhadap korban wafat rakyat Palestina, baik masyarakat sipil, perempuan dan anak-anak di Jalur Gaza yang sedikitnya menurut informasi 100 orang Insha Allah sudah menjadi syuhada;

    Keempat, mendorong Pemerintah Republik Indonesia agar bisa menggunakan jalur diplomasi kepada DK PBB agar segera turun tangan dan mengambil langkah nyata guna menghentikan kekerasan yang dilakukan oleh Israel, sehingga tidak semakin banyak korban yang jatuh, baik dari masyarakat sipil, perempuan dan anak-anak di Palestina;

    Kelima, mengharapkan kepada semua pihak agar bisa menahan diri dan tidak terpancing serta terprovokasi kepada tindakan kekerasan yang dapat memperkeruh suasana sehingga semakin banyak jatuh korban;

    Keenam, meminta dengan tulus kepada rakyat muslim Indonesia untuk atas nama kemanusiaan serta atas nama ukhuwah Islamiah turut mendoakan rakyat Palestina, sangat dianjurkan untuk membacakan Qunut Nazilah;

    Seruan MDI Jatim sebagai dukungan moril dan ajakan membela Palestina, tentu saja wajib bagi umat Islam Indonesia dan dunia mendukung dalam berbagai bentuk, guna menguatkan perjuangan umat Islam di Palestina. Percayalah! Umat Islam akan menjadi pemenang dengan berbagai ujian, tetapi mampu mengatasi dan menyelesaikan dengan beriman, bertakwa, beriktiar secara maksimal kemudian tawakal (menyerahkan semua urusan kepada Allah SWT).

    Mengapa? Semua peristiwa di dunia dan akhirat beserta isinya, sekecil apapun semua karena kekuatan, ridlo dan rahmat Allah SWT. Israel dengan seluruh kekuatan dunia hanya setetes ilmu Allah SWT.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan