Rabu, 14 April 2021
32 C
Surabaya
More
    TajukDemokrasi Akhlak Mulia dan Pancasila tidak Mudah

    Demokrasi Akhlak Mulia dan Pancasila tidak Mudah

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Masihkah di selalu mengingkari dan akhlak mulia. Masihkah generasi penerus harus menerima sejarah buram masa lalu.

    Dulu, ada seorang Habib sangat kondang diundang Presiden Soekarno untuk menghadiri jamuan dan diskusi ulama dan umaro di Istana Negara Bogor ditolak, karena takut tidak mampu menjaga keilmuan sebagai ulama.

    ulama di era demokrasi modern cukup banyak ulama berlomba-lomba merapat ke jajaran eksekutif, bahkan juga kompetisi merebut kedudukan di legislatif.

    Ketika ulama semakin langka menjaga keilmuan, ilmu agama dengan menjaga dan mengawal akhlak mulia atau budi pekerti tinggi, maka para santri (eksekutif, legislatif, juga angkatan bersenjata atau tentara juga polisi) sudah mulai meningalkan fatwa dan petuah dari para ulama.

    Baca juga :  Keterbukaan Informasi Publik, Atasi Pencegahan Korupsi Hanya Slogan

    Semua semakin kabur dalam demokrasi menang atau kalah, demokrasi dengan kekuatan suara besar atau kekuatan suara hanya di pinggiran, demokrasi dengan menghalalkan segala cara walau tahu bahwa melangkah atau merebut kekuasaan dengan cara-cara dzalim tidak membuahkan barokah.

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan