Kamis, 23 September 2021
28 C
Surabaya
More
    OpiniTajukMbah Kholil di atas Pahlawan Nasional

    Mbah Kholil di atas Pahlawan Nasional

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Kharismatik dan nilai kejuangan Romo Kiai Haji Syaichona Mohammad Kholil bin Abdul Latief dari Bangkalan, karena menjadi maha guru dari para pahlawan nasional dan pejuang kebangsaan dalam sejarah perjuangan menuju kemerdekaan.

    Mbah Kholil —biasa dipanggil— merupakan seorang ulama begitu populer dan masyhur disebut sebagai Waliyulloh (kekasih Allah SWT). Bahkan dalam suatu cerita sangat kondang di masyarakat beliau menyelematkan kapal haji Indonesia ketika dihantam badai dan terancam tenggelam.

    Dalam suatu kesaksian para santri sebagaian besar sudah menjadi pendiri dan pengasuh pondok pesantren seluruh nusantara, bahwa dengan membetulkan posisi kopyah hitam dengan tangan berlumuran lumpur, pada saat bersamaan kapal haji Indonesia yang sudah miring dan mau tenggelam terselamatkan.

    Baca juga :  BTPKLW Kecerdasan Pemerintah Memotivasi Kebangkitan Ekonomi

    Salah satu inspirasi terbesar bahwa lambang Nahdlatul Ulama dengan tambahan tali tampar melingkari dunia, juga hasil istikharah beliau dan pertemuan dengan Nabi Muhammad SAW bahwa NU menjadi penguatan Islam di dunia.

    Diakui atau tidak, bahwa NU dalam berbagai dinamika berpolitik dan berorganisasi telah mengalami berbagai ujian dan hantaman gelombang perpolitikan. Tetapi tetap santun menjadi penjaga ajaran ahlusunnah wal jamaah sekaligus penguatan Islam di dunia.

    Belum lagi dalam berbangsa dan bernegara, Mbah Kholil begitu berperan dalam perpolitikan dan pengajaran tradisional pondok pesantren di Bangkalan yang sangat berpengaruh dan santun. Juga menjadi inspirasi lahirnya ponpes besar dan berpengaruh di pulau Jawa khususnya.

    Baca juga :  Tiga Fokus PMI Jatim Perkuat Kehidupan Normal Baru

    Oleh karena itu, usulan DPD Partai Golkar Jawa Timur sesunggunya sudah terlambat, dan Mbah Kholil juga tidak berharap. Tetapi kesantunan dalam berbangsa dan bernegara sekaligus penghormatan terhadap perjuangan kebangsaan, maka pemerintah lebih cepat dan lebih baik menganugerahkan Pahlawan Nasional.

    Bahkan, bukan bermaksud memberikan lebel atau penghargaan berlebihan. Pemerintah justru seharusnya menganggap
    KH Syaichona Mohammad Kholil bin Abdul Latief, sangat layak mendapat penghargaan bukan sekedar Pahlawan Nasional. Tetapi lebih dari itu jika ada.

    Ketua panitia Adam Rusydi, menyatakan gelaran seminar sebagai langkah awal Golkar, dengan mendatangkan para tokoh dan akademisi dari Madura. Walaupun seminar itu baru akan berlangsung Selasa (9/3/2021) depan, itu hanya sekedar syarat.

    Baca juga :  Waspadalah! Kekuatan Kontingen PON Buram dan Performance Atlet Turun

    Maha guru Mbah Kholil, lahir pada tahun 1225 H/ 1835 M. di desa Kramat Bangkalan. Dan wafat pada 29 Ramadlan 1343 H / 24 April 1925 M dan di makamkan di desa Martajasah Bangkalan Madura.

    Tanpa mengurangi rasa hormat, Mbah Kholil adalah di atas para Pahlawan Nasional saat dalam berbagai nilai perjuangan, tetapi beliau memilih sebagai ulama dan tetap bersinar dari bumi Bangkalan. (*)

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan