Kamis, 23 September 2021
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMagetanKualitas Proyek Kurang Baik, Ini Komentar Suyono Wiling Ketua Komisi D DPRD...

    Kualitas Proyek Kurang Baik, Ini Komentar Suyono Wiling Ketua Komisi D DPRD Magetan 

    MAGETAN (Wartatransparansi.com) –  Banyaknya proyek phisik dari APBD Kabupaten Magetan di beberapa OPD yang kualitas pengerjaanya kurang baik bahkan buruk menjadi sorotan berbagai kalangan.

    Beberapa kegiatan proyek baik proses pengadaannya secara kontraktual maupun penunjukan langsung di beberapa pekerjaannya ada yang secara kualitas dibawah standar.

    Proyek proyek ini tersebar di beberapa OPD dengan berbagai pekerjaan seperti gedung jembatan dan jalan. Salah satu pihak yang memberikan sorotan adalah Suyono Wiling Ketua Komisi D DPRD Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan.

    Menurutnya ada beberapa faktor penyebab sehingga kualitas pekerjaan kurang baik. Diantaranya adalah pada tim pengawasan yaitu konsultan pengawas. “Fungsi konsultan pengawas tidak maksimal,” ujar Suyono Wiling.

    Baca juga :  Kapolres Magetan Salurkan Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung

    Harusnya konsultan pengawas secara rutin dan seksama membuat progresreport, sehingga ketika kualitas pengerjaan tidak sesuai bisa langsung mengingatkan kontarktor pelaksana yang mengerjakan.

    Wiling menilai, lemahnya pengawasan konsultan sangat berdampak pada kualitas sejumlah proyek di Magetan. Dia meyakini, jika fungsi pengawasan dilaksanakan serius, maka proyek pun berkualitas baik.

    Selain itu faktor waktu pekerjaan. Ada pekerjaan yang dilaksanakan sekitar bulan Juni sedang Pekerjaan PAK di akhir tahun.” Walaupun bahan matrial sama tetapi karena waktu pekerjaan beda ini bisa berpengaruh pada kuaitas,” ujar Ketua Komisi D dari PDI Perjuangan ini.

    Karena pengerjaan akhir tahun akan dipengaruhi faktor alam seperti cuaca dan hujan.Sehingga hasil pengerjaan pasti berbeda dengan yang dikerjakan pada pertengahan tahun.Terkait kualitas kita tidak serta merta bisa menyalahkan kontraktor,harus dicari dulu sebabnya.

    Baca juga :  Bos Hotel Dan Rumah Makan Di Sarangan Ubah Haluan Jual Nasi Pecel

    Hal yang penting juga untuk dicermati adalah proses penawaran waktu pengadaan barang dan jasa terutama yang pengadaannya secara lelang/kontraktual.Bila dicermati ada beberapa proyek dalam penawarannya turun 25 persen bahkan ada yang sampai turun 30 persen.Dengan penurunan penawaran sedemikian besar tentu akan berpengaruh pada kualitas pengerjaan.

    Namun disatu sisi para rekanaan ini juga butuh pekerjaan sehingga mau tidak mau cara seperti ini yang dilakukan dalam proses penawaran. (rud)

    Reporter : Rudi/Faisal
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan