Rabu, 22 September 2021
33 C
Surabaya
More
    OpiniTajukSepakbola (kembali) Merdeka

    Sepakbola (kembali) Merdeka

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Persepakbolaan Indonesia setelah tiarap, terjajah, terpapar, akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), kini kembali merdeka.

    Sinyal sepakbola (kembali) merdeka, setelah Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersedia memberikan izin penyelenggaraan Liga 1 2021 dengan bersyarat.

    Kamis (18/2/2021), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, menyatakan memberikan izin terhadap gelaran Liga 1 2021 jika ajang pramusim bertajuk Piala Menpora 2021 berjalan sukses.

    Kabar ini membuat nadi sepakbola Indonesia mulai berdenyut lagi. Polri memberikan izin untuk penyelenggaraan Piala Menpora 2021. Tentu saja dengan persyaratan sukses melalui proses monitoring dan evaluasi terhadap
    pelaksanaan dilakukan dengan basis protokol kesehatan displin dan ketat standar Covid-19.

    Baca juga :  Soekano, Megawati, Puan dalam Keajaiban dan Kalkulasi Politik

    Diketahui, jika turnamen tersebut berjalan lancar, maka kompetisi Liga 1 dan 2 tahun 2021 akan menemui titik terang untuk diselenggarakan pada masa pandemi Covid-19. Ada pun pelaksanaan Liga 1 2021 rencananya akan berlangsung pada 11 Juni 2021 hingga 11 Maret 2022.

    Sinyal Kapolri memberikan izin ini merupakan kemerdekaan kembali sepakbola Indonesia, setelah hampir 1 tahun terjajah tanpa kepastian hukum, sehingga membuat klub Liga 1 dan Liga 2 banyak menanggung kerugian.

    Tawaran Kapolri dengan syarat pelaksanaan event pramusim, merupakan tantangan dan wajib dijawab dengan lebih profesional dan lebih memberikan keyakinan juga kepercayaan bahwa sepakbola Indonesia pada masa pandemi
    Covid-19 mampu menggelar pertandingan dengan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik.

    Baca juga :  Waspadalah! Kekuatan Kontingen PON Buram dan Performance Atlet Turun

    Paling tidak, insan sepakbola membuat membuat langkah-langkah strategis, minimal 5 (lima) dibawah ini;

    Pertama, dengan menyiapkan pertandingan tanpa penonton dan menyiapkan sarana pendukung termasuk Sponsorship dengan kemampuan mampu menggelar melalui televisi.

    Kedua, kesepakatan dengan klub untuk selalu melakukan 3T dan 3M selama persiapan, pelaksanaan dan pasca pertandingan.

    Ketiga, membuat kesepakatan bersama dengan suporter termasuk menjaga martabat sepakbola dengan suporter tertib dan disiplin di rumah saja selama pandemi Covid-19 sesuai Prokes.

    Keempat, Asosiasi melakukan MoU dengan pihak terkait mengenai sepakbola tanpa penonton. Juga mencegah merumunan dan pengumpulan massa dalam bentuk apapun.

    Kelima, semua fasilitas, sarana dan prasarana berkaitan dengan pertandingan sepakbola dilakukan sterilisasi standar Covid-19.

    Baca juga :  BTPKLW Kecerdasan Pemerintah Memotivasi Kebangkitan Ekonomi

    Mari! Menyambut sepakbola (kembali) merdeka setelah terkungkung dalam ketidakpastian dengan banyak bersyukur, sabar dan selalu siap meningktakan prestasi. (*)

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan