Minggu, 21 Juli 2024
23 C
Surabaya
More
    OpiniTajukVaksin Anti-Covid-19 Dikirim ke 34 Provinsi, InsyaAllah Jadi Obat

    Vaksin Anti-Covid-19 Dikirim ke 34 Provinsi, InsyaAllah Jadi Obat

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi

    Harapan masyarakat Indonesia segera menemukan obat penangkal virus Corona mendekati kenyataan. Sebab
    vaksin anti-Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sudah dikirim ke 34, mulai Minggu (3/1-2021)

    Pergerakan pengiriman vaksin anti-Covid-19 merupakan ikhtiyar atau usaha tertinggi Pemerintahan Presiden Joko Widodo, guna mendapatkan obat bagi seluruh warga negara Indonesia. Tenru saja dengan sabar menunggu giliran sesuai dengan skala prioritas penerima suntikan vaksin.

    Sebab, karena ke depan bertugas menyuntikkan vaksin ke masyarakat dan berhadapan atau melayani orang dalam jumlah banyak, maka sesuai ketentuan WHO pertama sebagai penerima suntikan vaksin ialah petugas medis atau tenaga kesehatan.

    Setelah itu, gelombang berikutnya petugas publik, dengan perincian masih menunggu penjelasan dari pemerintah dalam hal ini, penanggung jawab vaksinasi nasional, Menteri Kesehatan RI beserta pihak terkait.

    Juru bicara Vaksin Covid-19 dari PT Biofarma, Bambang Herianto dalam konferensi pers daring, Minggu (3/1/2021), membenarkan bahwa vaksin Covid-19 buatan Sinovac, hari ini mulai didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia.

    Diketahui, proses distribusi vaksin ini akan melibatkan seluruh pihak, termasuk dalam rangka menyiapkan sistem rantai dingin atau cold chain hingga akhirnya vaksin diterima oleh fasilitas kesehatan.

    Bahkan distributor vaksin Covid-19, tidak hanya Biofarma, tapi juga melalui provinsi, kabupaten/kota, dan Puskesmas, sehingga nanti perjalanan vaksin dari Biofarma ke Puskesmas ini berjalan baik.

    Bambang menegaskan, bahwa semua sudah disiapkan dengan peralatan rantai dingin di 2 sampai 8 derajat (celcius).

    Berbagai upaya maksimal dilakukan guna menjaga pengiriman vaksin anti-Covid-19 ini dengan harapan seusai prosedur, supaya dapat digunakan masyarakat dengan jaminan kualitas sesuai harapan bersama menjadi penangkap Covid-19 tanpa efek samping apa pun.

    Diketahui, terdapat 3 juta vaksin dari Sinovac di Indonesia.
    Meski sudah berada di Indonesia, tetapi vaksin tersebut masih diuji klinis oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di PT Bio Farma.

    Bagi masyarakat dengan pengiriman tahap awal vaksin anti-Covid-19 Ini, mari kita sama-sama berdoa semoga Allah SWT melalui vaksin anti-Covid-19 dengan uji klinis sudah sesuai dengan kompetensi pengujian, segera membebaskan bangsa Indonesia dari masa pendemi Covid-19. InsyaAllah vaksin akan jadi obat mujarab.

    Sembari menunggu vaksinasi secara nasional bergelombang sesuai dengan kemampuan petugas pelaksana, mari tetap bersama-sama mengeterapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak).

    Mari masyarakat dari kalangan apa saja bersama-sama pemerintah gotong royong mensukseskan vaksinasi, dengan berharap segera menjadi penangkal virus Corona. Tentu saja dengan tetap mengedepankan berpikir positif, tetap melakukan kritik konstruktif (jika ada kekurangan atau kesalahan). Tetapi dengan santun dan berbudi pekerti luhur. Berdoa dan berusaha supaya masa pendemi segera berakhir.

    Sebagaimana Allah berfirman pada surat Al-Insyira (5-8), “Karena sesunggunya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (5), “sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (6). “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”, (7) “dan hanya kepada Tuhammulah hendaklah kami berharap”. (8)..(*)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2021 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan