Opini  

RESOLUSI 2021: Tahun Baru, Era Baru dan Kehidupan Baru Ilmu Pengetahuan

RESOLUSI 2021: Tahun Baru, Era Baru dan Kehidupan Baru Ilmu Pengetahuan
Muliansyah A.Ways

Oleh Muliansyah A.Ways

Selamat tinggal 2020, tahun yang penuh dengan fenomena alam dunia dan manusia Indonesia, kita telah berada pada waktu satu tahun yang hamper kehilangan akal manusia dan tak tahu arah manusia serta perubahan alam yang tak menentu.

2020 menyita ruang dan waktu manusia dunia untuk berfikir dan bertindak, 2020 memberikan pelajaran berarti untuk kita sebagai mahluk manusia, 2020 juga mengharapkan kita untuk menjadi manusia yang kuat dan 2020 juga penuh dengan peristiwa – peristiwa alam yang tak satupun menentukan arahnya.

Tak disadari datanglah waktunya 2021, tahun yang di harapkan manusia seluruh dunia agar menjadi tahun keberkahan, tahun keridhoan dan menjadi tahun solusi keselamatan kesehatan bagi seluruh umat manusia, supaya gerak gerik manusia menjadi lebih baik dan stabil sebagaimana kehidupan – kehidupan sebelumnya.

Siapakah bisa menjawab problem virus corona melanda dunia, siapakah menjawab covid berakhir di tahun 2020, dan siapakah bisa menjawab bahwa covid ini adalah konspirasi internasional serta siapakah bisa meramalkan bahwa covid 19 bisa ada dan tiada.

Orang yang berkeyakinan terhadap agama hanyalah menganggap bahwa ini adalah musibah yang datang dari cobaan Allah atau Tuhan semesta alam, orang – orang sebagian juga menganggap ini adalah konspirasi Negara lain dan orang – orang sebagian juga menganggap ini adalah bentuk rasionalisasi kehidupan bahwa ada kehidupanya dan ada virus yang bernama Corona.

Sehingga solusinya adalah ilmu pengetahuan menjawab seluruh perilaku dan gerakan akal dan fisik juga di tentukan oleh produk ilmu pengetahuan. Kurang lebih satu tahun di 2020, seluruh kehidupan manusia hamper di tentukan oleh ilmu pengetahuan, ilmu menjawab rasionalisasi pada masyarakat yang rasional.

*2020 Antara Kebiasaan, Keimanan dan Rasionalisasi*

Beturan narasi saat datangnya covid 19 di tahun 2020, para narasi kaum kebiasaan mencoba memberikan argumentasi bahwa corona ini virus biasa – biasa saja dibandingkan virus lain, sehingga mereka hanya mencoba menyesuaikan dan melihat fakta – fakta kematian di beberapa daerah karena covid, akhirnya kebiasaan tadi berubah mengikuti kebiasaan baru yang di gagas oleh kaum berilmu dan kaum beriman alias, hidup bersih, pake masker dan lain – lain.

Bagi para kaum beriman yang juga selalu terbiasa dengan tradisinya sebagai orang yang beriman, selalu bersama di masjid menjalankan ibadah bersama, selalu ke Gereja dan bagi agama Hindu Budhapun demikian selalu ke tempat ibadah, tetapi akhirnya dengan alasan rasionalisasi bahwa corona telah memwabah kemana – mana, maka ibadah di tempat ibadahpun serentak berhenti dan di lanjutkan di rumah masing – masing atau beribadah pun menjaga jarak, tak ada salam – salaman, menggunakan masker dan kurangi silaturrahmi langsung secara fisik.

Demikian para kaum rasional juga melihat dengan berbagai perspektif, diantaranya perspektif rasionalisasi menganggap corona adalah konspirasi internasional, sebagian menganggap strategi Negara Cina, sebagian juga menganggap ini bagian dari taktik para pengusaha dan sebagian juga ternyata berfikir bahwa ini fakta bahwa corona adalah benar virus yang memwabah.

Perdebatan kaum kebiasaan, keimanan dan rasional tak berhenti pada narasi dan tindakan, akan tetapi mereka di jawab dengan ilmu pengetahuan, walaupun produk ilmu pengetahuan itu penuh komersil, namun tak kemudian menghindar dari praktek komersil itu, tertapi Negara dan para pemilik modal hadir untuk menjawab dengan sejuta harapan.

Kehidupan manusia di 2020 mulai di tunjang dengan produk ilmu pengetahuan, walaupun produk tersebut tidak semuanya menjawab kebutuhan masyarakat secara utuh serta menstabilkan kehidupan baru secara baik dan berkelanjutan.