Jumat, 26 Juli 2024
26 C
Surabaya
More
    OpiniTajukMenjaga Marwah Tahun Baru sesuai SE Gubernur Khofifah

    Menjaga Marwah Tahun Baru sesuai SE Gubernur Khofifah

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi

    Tidak mudah memang melakukan kehidupan normal baru dengan disiplin tinggi 3M
    (memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menjaga jarak). Juga menyemprot dengan handsanitizer di tempat-tempat khusus.

    Perayaan tahun baru di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dengan berbagai kegiatan atraktif maupun pesta kembang api.

    Tahun baru di masa pandemi Covid-19, semua pihak wajib bersama-sama menjaga dan mengawal marwah perayaan tahun baru 2021, dengan protokol kesehatan (Prokes). Juga meniadakan kegiatan berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

    Diketahui. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, telah
    mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 800 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di sektor budaya dan pariwisata.

    Tertuang dalam SE itu, himbauan dan pembatasan akomodasi kepada pihak hotel dan penginapan, berlaku mulai 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

    Daerah zona merah maksimal 25 persen dari kapasitas akomodasi yang ada, zona orange maksimal 50 persen, zona kuning maksimal 75 persen serta meniadakan kegiatan hiburan yang menyebabkan kerumunan massa, baik di dalam atau di luar ruangan.

    Pihak penginapan dan hotel juga harus membatasi penggunaan fasilitas lain, seperti; ruang pertemuan, ruang olahraga, dan ruang restoran dengan ketentuan daerah zona merah 25 persen dari kapasitas yang tersedia dan 50 persen untuk daerah zona orange dan zona kuning. Sementara kolam renang harus ditutup total.

    Gubernur Khofifah menyebutkan, peraturan pemberlakuan pengunjung juga berlaku bagi destinasi wisata. Daerah zona merah maksimal 25 persen pengunjung, zona orange maksimal 50 persen, zona kuning maksimal 75 persen serta tetap meniadakan kegiatan hiburan yang menyebabkan kerumunan massa, baik di dalam atau di luar ruangan.

    Selain itu, hotel dan destinasi wisata wajib melakukan pengukuran suhu tubuh secara ketat, memastikan tamu dinyatakan negatif PCR SARS-Cov-2 maksimal 7×24 jam sebelum kedatangan. Atau non reaktif setidaknya oleh Rapid Test Antigen/Antibody SARS Cov-2 maksimal 3×24 jam sebelum kedatangan.

    Gubernur Khofifah secara khusus juga mengimbau masyarakat, membatasi kegiatan yang bersifat seremonial seperti hajatan, resepsi pernikahan dan kegiatan keagamaan.

    SE juga menyebutkan melarang pesta perayaan pergantian tahun baru. Jika nantinya ditemukan pelanggaran, maka aparat TNI/Polri, Satpol PP dan Satgas Covid-19 bisa melakukan tindakan tegas sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Selain itu, kawasan zona merah dan oranye bioskop dilarang beroperasi.

    Menjaga dan mengawal marwah tahun baru di masa pandemi Covid-19, sebaliknya seluruh warga memetahui dengan disiplin tinggi. Mengingat semua untuk keselamatan dan kesehatan anak bangsa. (*)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan