Senin, 22 Juli 2024
31 C
Surabaya
More
    OpiniTajukPiala Dunia U-20 Batal, Politik, Polemik, atau Pandemi

    Piala Dunia U-20 Batal, Politik, Polemik, atau Pandemi

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi

    Keputusan FIFA menunda perhelatan akbar sekaligus sebagai pintu masuk Indonesia, melakukan lompatan prestasi di bidang sepakbola, batal.

    Hasil pertemuan Council FIFA (24/12/2020) memutuskan perhelatan Piala Dunia U-20 digelar pada 2023 mendatang. Keputusan ini ditanggapi positif Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur.

    “PSSI Jatim, PSSI pusat bahkan Pemerintah Republik Indonesia sangat memahami keputusan FIFA. Di atas semua itu memang yang terpenting adalah keselamatan dan kemanusiaan. Kalau memang kalkulasi FIFA kegiatan tersebut tidak akan maksimal digelar di tengah pandemi, maka keputusan tersebut adalah tepat dan kami akan mengikuti,” ujar Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh, Jumat (25/12).

    Di balik FIFA membatalkan Piala Dunia U-20, setelah jadwal awal 24 Mei – 6 Juni 2020, ditunda dengan kalender penanggalan hari dan bulan yang sama pada tahun 2021, atau tinggal 5 bulan lagi. Maka semua pihak wajib waspada atas keputusan ini.

    Mengapa? FIFA secara organisasi memang masih tetap menyatakan bahwa Piala Dunia U-20 pada tahun 2023 dengan tuan rumah Indonsia dan Piala Dunia U-16 pada tahun 2023 dengan tuan rumah Peru. Tetapi, Kemenpora dan PSSI wajib melakukan komunikasi secara intens supaya keputusan ini tidak ada unsur muatan politik dan polemik.

    Sebab dalam tempo tidak terlalu jauh, gara-gara isu tidak sedap bahwa lelang jabatan manajer Timnas U-20, ada laporan PSSI melalui pengurus terpercaya menerima uang dari calon manajer.

    “Isu miring” sangat merugikan itu dalam waktu sekejab sudah sampai ke petinggi FIFA. Bahkan Menpora Zainudin Amali minta laporan secara transpran “isu berbau skandal itu”.

    Pemerintah, Menpora, PSSI dan semua pihak terutama kota-kota calon tuan rumah dengan persiapan sangat maksimal, perlu menjaga hasil renovasi stadion dan lapangan latihan serta pendukung lainnya.

    Sebab, menjelang perhelatan nanti FIFA pasti akan melakukan verifikasi ulang untuk mengecek apakah masih layak atau tidak, Indonesia menjadi tak rumah. Dan layak atau tidak inilah membutuhkan figur sebagai duta PSSI dan pemerintah menjaga dan mengawal kepercayaan FIFA.

    Mengapa? Tidak tertutup kemungkinan karena kepentingan politik, ada pihak menghasut FIFA dan AFC terkait dengan permasalahan yang dapat dibuat-buat. Terutama masih adanya polemik di dalam tubuh PSSI dan persepakbolaan nasional masih terlalu kuat. Politik dan polemik dengan kubu-kubuan.

    Namun, jika pembatalan murni karena masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), maka menjaga, mengawal, dan rutin melakukan komunikasi sangat dibutuhkan. Sebab waktu 2 tahun dengan keputusan Piala Dunia U-20 batal setelah tertunda. Memungkinkan ada keputusan lain, bisa merugikan, bisa juga tetap menguntungkan Indonesia. (*)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan