ILUSTRASI :Gedung Pancasila

JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Dalam mendukung program pemulihan ekonomi sekaligus membuka peluang pasar non-tradional, Kementerian Luar Negeri pertemukan BUMN dan kalangan usaha Indonesia dengan para Duta Besar RI di kawasan Asia Selatan dan Tengah.

Pertemuan ini dilakukan secara daring dengan tajuk “Peluang dan Tantangan Perluasan Usaha BUMN Indonesia ke Kawasan Asia Selatan dan Tengah” (15/12) dan “Proyeksi Pengembangan Ekspor Sawit Indonesia ke Kawasan Asia Selatan dan Tengah” (18/12).

Dalam kedua pertemuan, para Duta Besar RI memaparkan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan BUMN Indonesia, seperti antara lain infrastruktur, konektivitas, energi, dan farmasi.

Produk transportasi Indonesia telah masuk ke beberapa negara di kawasan Asia Selatan dan Tengah.

Sementara itu, dihadapan pengusaha sawit dan minyak nabati, para Duta Besar juga menjelaskan mengenai prospek, potensi dan tantangan dalam meningkatkan dan memperluas ekspor sawit Indonesia ke kawasan ini. India, Pakistan dan Bangladesh merupakan tiga pasar utama sawit Indonesia.

Diskusi menyepakati pentingnya penguatan sinergi antara Pemerintah Pusat, Perwakilan RI di luar negeri, BUMN dan kalangan usaha dalam menerobos pasar Asia Selatan dan Tengah.

Salah satu pemikiran dalam memperkuat sinergi tersebut, melalui pembentukan platform bersama untuk pertukaran informasi dan koordinasi para pemangku kepentingan.

Kedua kegiatan ini menghadirkan narasumber dari GMF AeroAsia, PT. INKA, Bio Farma, serta Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), serta 200 pelaku usaha.

Hadir pula Duta Besar RI untuk Bangladesh, Kazakhstan, Pakistan, Sri Lanka, Uzbekistan dan Wakil Duta Besar RI untuk India.

Diskusi mengenai perluasan BUMN dibuka Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri, sedangkan pembahasan mengenai ekspor sawit dibuka Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi, Kementerian Luar Negeri. (kemlu/min)​