Rabu, 14 April 2021
32 C
Surabaya
More
    TajukPolitik Uang Masih Marak dalam Pelanggaran Pilkada 2020

    Politik Uang Masih Marak dalam Pelanggaran Pilkada 2020

    Oleh – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi

    Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan dalam diskusi virtual, menjelaskan bahwa pelanggaran masih marak dan berpotensi akan terjadi pada proses pemungutan dan rekapitulasi suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

    Sementara itu, Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Jawa , juga mensinyalir bahwa pelanggaran pada Pilkada (lanjutan serentak) tinggal 2 hari ini masih sangat marak, terutama masalah pelanggaran hak terkait Covid-19.

    Direktur Ekesekutif JaDI Jatim, Dewita Hayu Shinta, usai melakukan rapat koordinasi secara daring dengan seluruh pengurus dan anggota JaDI -Jatim, Sabtu (5/12/2020), melaporkan pemantauan pengurus dan anggotanya soal kerawanan pelanggaran.

    Diketahui dalam rakor daring yang menghadirkan Pimpinan Bawaslu Jatim, Ikhwanuddin dan Jatim, Choirul Anam, disinyalir masih marak pelanggaran dan kekhawatiran soal ancaman Covid-19.

    Baca juga :  Gempa Malang Manusia Wajib Tetap Syukur dan Sabar

    Bawaslu sendiri mensinyalir ada minimal lima (5) pelanggaran pada Pilkada 2020, politik uang merupakan salah satu jenis pelanggran masih marak di daerah-daerah.

    Pertama, politik uang dengan berbagai modus dilakukan tin Paslon untuk mengumpulkan suara sebanyak mungkin. Mulai serangan fajar sampai serangan ke petugas.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan