Sabtu, 22 Juni 2024
31 C
Surabaya
More
    OpiniTajukEksportir dari IKM Butuh Bimbingan Manajemen dan Pendampingan

    Eksportir dari IKM Butuh Bimbingan Manajemen dan Pendampingan

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Kesuksesan Bea Cukai Pasuruan menciptakan eksportir baru dari produk IKM (industri Kecil Menengah), patut mendapat apresiasi dan dukungan terus menerus supaya berkelanjutan dan melahirkan eksportir dari Usaha Kecil dan Menengah bahkan mikro.

    Dari kesuksesan itu, Pemerintah bersama pihak terkait, dalam hal ini Bea Cukai, wajib melakukan koordinasi untuk memberikan bimbingan manajemen dan kebutuhan mengetahui seluk beluk eksport, dari hulu sampai hilir, sehingga IKM mampu berdiri sendiri di atas kaki sendiri.

    Kegiatan ekspor impor adalah kegiatan bisnis yang melibatkan banyak pihak, baik dari isntansi pemerintah dan pelaku bisnis dari berbagai sektor, seperti Direktorat Jenderal Bea & Cukai, Direktorat Perdagangang Luar Negeri, Depperindag, Surveyor eksportir, importir, bank, perusahaan perngeluaran barang di pelabuhan, perusahan angkutan, asuransi, , dan lain-lain.

    Dengan demikian maka banyak peraturan dan prosedur yang harus dilaksanakan oleh eksportir dan importir. Selain itu adanya perbedaan interpretasi bisnis dengan pihak-pihak di luar negeri juga seringkali menjadikan satu hal yang bisa menghambat dalam melakukan kegiatan transaksi ekspor impor. Disinilah peran pemerintah terutama Bea dan Cukai dengan berbagai pihak terkait memberikan bimbingan sekaligus pelatihan manajemen sederhana yang berguna. Juga pendampingan dengan advokasi.

    Diketahui, Bea Cukai Pasuruan sukses mengantar CV Mili Deres Unggul di Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jumat (04/12/2020) siang, eksport. Hal itu terbukti bahwa sukses ekspor perdana kapuk randu.

    Kepala Bea Cukai Pasuruan, Hannan Budiharto mengatakan, upaya menciptakan eksportir baru adalah bagian dari langkah mendorong produk UKM dalam negeri untuk diekspor. Dalam hal ini pihaknya akan memberi kemudahan sekaligus pembinaan UKM agar berorientasi ekspor.

    Kepabeanan (Custom Facility) atau kemudahan Impor sekaligus tujuan eksport dengan pembongkaran/ penimbunan di luar kawasan berikat, dan berbagai kerumitan manajemen eksport maupun import. Membutuhkan keahlian dan profesi khusus.

    Oleh karena itu, langkah Bea Cukai Pasuruan melakukan pendampingan langsung eksportir dari IKM, merupakan bimbingan nyata dan berorientasi pada peningkatan pebisnis kecil dan menengah meraih sukses tanpa dipermainkan tengkulak atau pihak broker.

    Apalagi, fasilitas dari bimbingan dan pendampingan ini, dari hulu hingga ke hilir.
    Mulai meningkatkan kemampuan dan kualitas produksi. Menampung logistik hingga ekspor secara konsolidasi sampai ke negara tujuan.

    Diketahui, sejauh ini masih banyak IKM melakukan kegiatan ekspor melalui pihak ketiga alias broker. Hal itu sangat
    disayangkan, lantaran eksportir sendiri tak akan bisa berkomunikasi langsung dengan konsumen atau pembeli yang ada di luar negeri.

    Dengan fasilitasi dari bea cukai, maka setiap eksportir bisa menjual sendiri barang atau produknya tanpa harus memikirkan biaya tambahan yang nilainya cukup besar.
    Contohnya IKM di Suwayuwo ini. Ketika dengan broker, ada tambahan biaya yang nilainya sampai Rp7 juta.

    Langkah bimbingan, pembinaan dan pendampingan langsung dari Bea Cukai, merupakan terobosan sangat luar biasa mengangkat harkat dan martabat pengusaha kecil dan menengah. Semoga menjadi catatan ibadah dan catatan kebangkitan ekonomi Indonesia dari berbagai sektor, termasuk tumbuh dan berkembang dari IKM dan UKM.

    Apalagi, Bea Cukai Pasuruan, beserta seluruh staf diminta untuk mengidentifikasi IKM-IKM yang melakukan kegiatan ekspor barang. Terlebih barang atau produk tersebut sangat berkualitas dan sustainable atau memiliki nilai keberlanjutan.

    Sekali lagi, Bes Cukai Pasuruan bersama pihak terkait segera melakukan bimbingan dan pendampingan patut mendapat acungan jempol.

    Bahkan, keberhasilan Bea Cukai Pasuruan dalam menciptakan eksportir baru mendapat apreasiasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai Jawa Timur I.

    Eksport perdana, Bea Cukai Pasuruan terbukti mendukung program Pemerintah Pusat dalam pemulihan ekonomi nasional meski di tengah Pandemi Covid-19.

    Kasuksesan Cea Cukai Pasuruan, harus menjadi percontohan pemerintah melakukan bimbingan, pendampingan, advokasi dan kebutuhan pelatihan manejemen sederhana untuk membantu pengusaha IKM dan UKM mampu mandiri. Serta mampu bangkit dari upaya pemulihan ekonomi nasional. (*)

    Penulis : Djoko Tetuko Abdul Latief

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan