Jumat, 21 Juni 2024
27 C
Surabaya
More
    OpiniTajukPatut Dicontoh, Risma Larang Warga Keluar Kota

    Patut Dicontoh, Risma Larang Warga Keluar Kota

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Meski kenaikan kasus Covid-19 pasca liburan dapat diantisipasi, namun Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku khawatir, terjadi penyebaran virus Corona naik lagi.

    Mengantisipasi kemungkinan warga terinfeksi virus Corona terus meningkatkan lagi, maka Wali Kota Risma menghimbau dengan kata lain melarang warga Surabaya selama masa libur natal dan tahun baru pergi ke luar kota.

    Alasan larangan itu sangat kuat, sebab setelah warga melakukan bepergian ke luar kota, ternyata punya potensi besar terinfeksi Covid-19. Sehingga sangat mengkhawatirkan terjadi kenaikan lagi.

    Diketahui, walaupun libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru), sudah dikurangi. Tetapi jumlah hari libur masih cukup digunakan bepergian ke luar kota.

    Oleh karena itu,
    Wali Kota Risma mengimbau seluruh warganya agar tak bepergian keluar kota. Sebab, berkaca dari liburan sebelumnya, kasus Covid-19 di Surabaya sempat mengalami kenaikan.

    Diketahui, setelah liburan lalu Surabaya ada kenaikan. Namun cepat melakukan antisipasi, dengan melakukan swab, sehingga penanganan lebih cepat.

    Wali Kota Risma dengan bahasa ibu, melarang warga untuk pergi ke luar kota.
    “Masalahnya ini nanti ada liburan lagi. Saya berharap kalau memang tidak terpaksa, tidak keluar kota terlebih dahulu,” harapnya.

    Apalagi, ketika warga itu berlibur ke luar kota, mereka akan sulit terdeteksi telah melakukan kontak dengan siapa saja. Sementara di Kota Pahlawan sendiri, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masif melakukan tracing dan testing. Sehingga dapat diketahui siapa saja yang berpotensi besar untuk menjadi tertular.

    Terlebih lagi, ketika warga tersebut tergolong OTG (orang tanpa gejala) maka akan sulit terdeteksi jika tidak dilakukan pemeriksaan swab. Oleh karena itu, Wali Kota Risma berharap kepada seluruh warga Surabaya agar saat libur natal dan tahun baru ini tidak bepergian ke luar kota.

    Larangan Wali Kota Risma sangat beralasan dalam upaya menyelamatkan keselamatan dan kesehatan warga kota Surabaya. Itulah sesunguhnya bentuk tanggung jawab sebagai pemimpin dengan berbagai cara dan strategi berusaha menyematkan warganya.

    Oleh sebab itu, demi keselamatan bersama wali kota perempuan pertama di Surabaya ini kembali berpesan kepada seluruh warga agar tidak liburan ke luar kota. Terlebih, Covid-19 tak hanya menyasar kepada para orang tua. Namun, anak-anak maupun remaja berpotensi tertular virus tersebut.

    Wali Kota Risma juga mengajak warga menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan dengan minimal 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak Aman, dan Mencuci Tangan).

    Apalagi, mengantisipasi terjadinya kerumunan saat libur Nataru, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti kembali mengingatkan kepada pelaku usaha, baik pengelola hotel, restoran, maupun destinasi wisata agar tak mengendorkan disiplin protokol kesehatan.

    Wali Kota Risma beserta jajarannya sangat ketat dalam Prokes, merupakan kebijakan sangat patut dicontoh dan diteladani. Sebab ancaman terhadap penularan Covid-19 masih tinggi.

    Selain itu, untuk meminimalisir kontak langsung, juga mendorong pelaku usaha atau pengelola destinasi wisata agar mengupayakan penggunaan elektronik, seperti pembelian karcis ataupun tanda masuk lainnya.

    Upaya Kota Surabaya menjaga warga kota ini, tidak sampai terpapar Covid-19 sangat hebat dan bermartabat. Inilah kebijakan dangat berpihak pada kesehatan dan keselamatan rakyat. (*)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan