Ketua DPD Ormas MKGR Jatim Dr. Kodrat Sunyoto, MSi. (foto/transparansi/dok)

SURABAYA (Wartatransparansi.com) –  Masalah perubahan AD/ART Ormas MKGR di prediksi paling krusial dalam sidang komisi maupun paripurna. Pasalnya sejak awal, semua daerah peserta Mubes memberikan catatan khusus soal ini.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ormas Musyawarah Kekelurgaan Gotong Royong (MKGR) Jawa Timur Dr. Kodrat Sunyoto, tidak mengelak soal isu perubahan menyangkut soal kewenangan majlis tinggi.

Mubes MKGR akan berlangsung selama dua hari di Rits  Carlton Jakarta mulai Sabtu (30/10/2020).

Dalam Rapimda MKGR di Surabaya dua pekan lalu, yang diikuti 38 DPC kabupaten/kota, soal itu juga menyita perhatian, bahkan perdebatannya sangat seru. Tugas kami membawa amanah Rapimda di forum Mubes nanti, ucapnya kepada Wartatransparansi.com di Surabaya, Kamis (29/10/2020).

Rapimda MKGR Jawa Timur telah menghasilkan tiga keputusan penting. Pertama mengawal Dr. Adies Kadir sampai pimpinan sidang nggedok palusebagai Ketua umum MKGR yang baru, membawa Roem Kono sebagai calon tunggal majlis tinggi MKGR dan memerjuangkan aspirasi 38 MKGR kabupaten/kota se Jawa Timur.

Sesuai kesepakatan Rapimda, delegasi Jawa Timur hanya diwakili tiga peserta terdiri Ketua, sekretaris dan bendahara DPD MKGR Provinsi, sedang untuk 38 DPC kabupaten/kota diwakili DPC Surabaya dan Banyuwangi.

Ini karena pertimbangan Covid-19 sehingga tidak perlu banyak orang berbondong bondong ke Jakarta.

Kodrat Sunyoto, politisi yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur ini menyatakan, dalam pertemuan antar ketua DPD Provinsi sebelumnya, untuk ketum diakuinya aspirasinya sama, mengarah calon tunggal dan itu adalah Adies Kadir. Demikian juga dengan calon ketua majlis tinggi pak Roem Kono.

Namun begitu, MKGR Jawa Timur berkewajiban mengawal dua duanya agar prosesi perjalanan Mubes ini berjalan lancar dan pergantian kepemimpinan dari senior ke junior sesuai yang diharapkan.

Pak Adies adalah anggota DPR RI dari Dapil Jatim l yaitu kota Surabaya dan Sidoarjo. Saat ini adalah Sekjen DPP MKGR. “Jawa Timur juga kepengen punya Ketua umum asli arek Suroboyo,” ucap Kodrat, wakil ketua bidang kaderisasi dan keanggotaan DPD Golkar Jawa Timur ini.

MKGR ini perlu dipimpin oleh kader yang mengerti betul tentang organisasi MKGR mulai tingkat pusat sampai kecamatan. Tidak mudah memimpin organisasi besar seperti MKGR. Kalau sampai salah urus organisasi ini bisa tidak jalan. kata Kodrat mengakhiri. (min)