Senin, 12 April 2021
26 C
Surabaya
More
    Pojok TransparansiRefleksi Mensyukuri Kemerdekaan RI ke 75 Teringat Pesan Mbah Moen: Pahami Watak...

    Refleksi Mensyukuri Kemerdekaan RI ke 75 Teringat Pesan Mbah Moen: Pahami Watak Penjajah, Terjajah dan Dijajah

    Oleh : H. Makin Rahmat, SH, MH, SMSI

    IKHTIAR kegiatan malam tasyakuran beda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya. Kemeriahan, kekhusukan dan kebersamaan masyarakat yang biasanya menggelar malam tasyakuran mulai dari tiap gang, RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/ Kota, Provinsi hingga istana Negara, pada tanggal 16 Agustus terasa hampa.

    Kabupaten tempat saya tinggal pun tak lepas dari kontroversi. Setidaknya, ramai di solmed. Berdasarkan Perbup No. 58 tahun 2020 dilarang menggelar kegiatan yang mendatangkan kerumunan. Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol.

    Sumardji, SH, MH juga meminta meniadakan acara tasyakuran Kemerdekaan RI ke 75.
    Uniknya, Wakil Bupati juga Plt Bupati Sidoarjo, H. Ahmad Nur Syaifuddin, SH mempersilakan kegiatan tasyakuran dengan tetap mengikuti protap masa pandemi . Memang di Perbup 58 tersebut, tidak menyebutkan adanya larangan. Jadi, semua harus mensikapi dengan bijak.

    Baca juga :  Ustadz Nadjib Telah Mudik Selamanya

    Yang jelas, fakta di lapangan ada beberapa warga yang tetap melaksanakan kegiatan sakral tasyakuran sebagai nilai syukur dan tak tergantikan. Termasuk di masjid Siti Suci Nur Rohmah, Kelurahan Magersari, Sidoarjo Kota kebetulan saya sebagai takmir.

    Reporter :
    Penulis : Makin Rahmat
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan