Foto : Acara Deklarasi Gus Acing (dua dari kiri) dan Mas Kiai bertempat di Halaman PP. Aqidah Usymuni Pandian Tarate Kab. Sumenep (foto/transparansi/faisal)

SUMENEP (WartaTransparansi.com) – Gabungan enam Partai di Sumenep menggelar deklarasi pasangan calon bupati periode 2020-2025 Fattah Yasin – Kiai Ali Fikri Warist, di halaman Pondok Aqidah Usymuni Tarate kabupaten Sumenep, Sabtu (1/8/2020)

Acara deklarasi berjalan khitmat dihadiri  ratusan pendukungnya dari sejumlah partai PKB, PPP, Nasdem, Hanura, Golkar dan Demokrat.

Mnariknya, deklarasi tersebut juga dihadiri empat Bupati se- Kabupaten di Madura dan ketua DPW PKB  Provinsi Jawa Timur, Halim Iskandar sekaligus memberikan Orasi Politik, sebagai penyemangat kepada Gus Acing (Fattah Yasin) dan Ali Fikri (Mas Kiai) yang akan berlaga di 9 Desember 2020 mendatang.

Menurutnya, pasangan Ideal antara Gus Acing dan Mas Kiai, merupakan kesatuan yang tak bisa dipisahkan, masing-masing memiliki konsep memajukan kabupaten sumenep, dan apabila keduanya dikolaborasikan menjadi satu.

Masyarakat Sumenep, berharap terwujudnya Sumenep yang barokah. Mohon doanya warga Sumenep.

Dr.Ir. KH. RB. Fattah Jasin MS. Di dampingi KH. Ali Fikri Warits yang di sebut Mas Kiai, karena pengasuh Muda di salah satu pesantren terbesar di Kab. Sumenep ini memiliki konsep untuk membangun desa dan meratakan pembangunan.

Gus Acing saat menyampaikan visi dan misinya membangun sumenep barokah, terlebih dahulu menyampaikan banyak terima kasih kepada pendahulunya yang memimpin kabupaten sumenep, selama 10 tahun di pimpin KH. Ramdhan Siradj dan 10 Tahun di Pimpin oleh Drs. KH. Busyro Karim MSI. kata Gus Acing, kalau di Takdirkan oleh Allah, hanya akan melanjutkan  visi dan Misi dari beliau.

Selain itu juga, akan memfungsikan wakil bupati, sebagai Ketua dan memiliki peran penting didalam melakukan pengawasan terhadap sejumlah SOPD yang ada di Kabupaten Sumenep, termasuk di bidang kesejahteraan Masyarakat (Kestra) jadi beliau lah yang bakal jadi ketua, sambil menunjuk ke Mas Kiai dan di iringi dengan tepuk tangan meriah dari para pendukungnya.

Kemudian sambutan dari Bupati Sumenep, Drs.KH. Abuya Busyro Karim MSi,  sedikit memberikan gambran politik di bawah, kata Bupati, untuk saat ini tidak cukup mengandalkan ketokohannya jadi yang perlu dilakukan untuk pemenangan adalah bergrilya, dulu memang tokoh tetapi sekarang tidak bisa seperti itu.

Saya dulu bergrilya ke pelosok-pelosok, pernah muntah-muntah saat berlayar menggunakan perahu di tengah lautan, dan sakit berkali-kali, pernah sakit di pragaan, jadi jangan hanya mengandalkan ketokohannya, jadi Mas Kiai, buang dulu Kiai-nya pakai saja Mas-nya, penuh canda karena sama-sama Kiai. Gurau Bupati sumenep. Tutupnya (fai)