MasyaAllah, memang materi khotbah tidak menjelaskan berkaitan dengan Covid-19, tetapi jika diterapkan pada masa transisi hidup bersama Corona dengan takwa (menjalankan perintah melawan virus Corona dengan minimal menjaga kebersihan seluruh keluarga di rumah, cuci tangan dengan sabun, dan memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan yang tidak protokol kesehatan) dan menjauhi semua larangan yang membuat penyebaran virus Corona semakin menggila. Maka umat Islam yang takwa dengan menjalankan anjuran menjaga kesehatan, insyaAllah akan mendapat pahala berlipat ganda.
Berbuat baik yang akan menjadi Kenormalan baru di masa Covid-19 ini, dan ketika ancaman virus Corona masih ada, ternyata juga dikuatkan ayat lain,
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl 97)
Memang pada masa transisi menuju Kenormalan baru, membutuhkan ketakwaan, juga kesabaran dalam kehidupan bermasyarakat dengan berbagai kepentingan. Tentu juga membutuhkan kebersamaan dalam bersikap. InsyaAllah dengan takwa dan sabar bersama Corona, akan menemukan model kehidupan yang baik, sekaligus obat mujarab.
Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman di dalam Surat Az-Zumar ayat 10; “Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan dipenuhi pahala mereka tanpa hitungan.”
Ketakwaan dan kesabaran bersama Corona, merupakan keniscayaan ketika 215 negara seluruh dunia mengalami musibah menghadapi wabah yang sama, yaitu tentang keganasan virus Corona. Semoga dengan takwa dan sabar mampu bersama-sama melawan Corona. (JT)





