Minggu, 16 Juni 2024
30 C
Surabaya
More
    Renungan PagiAntara Usia 60 hingga 70 tahun

    Antara Usia 60 hingga 70 tahun

    Assalammualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

    Seusai qiyamullail tadi saat membaca lembaran ensikopledia islam, terbetik untuk melihat soal usia. Subhanallahu ….. Sungguh kita __saya__ patut bersyukur karena diberi usia barakah yang sudah kepala enam sekian. Nah, in syaa Allah sisa usia yang berjalan diberi tambahan kebarakahan. Tentunya dengan makin beriman bertaqwa dan menguatkan amal ibadah.

    Jika kita mencapai usia 60 tahun, maka waspadalah, karena inilah saat yang menentukan, akhir perjalanan seorang manusia. Akhir yang baik (Husnul Khaatimah) in syaa Allah, atau akhir yang buruk (Su’ul Khaatimah) Na’udubillah

    Dengan usia yang mencapai 60 tahun, maka tidak ada yang layak untuk dilakukan selain memperbanyak Istighfar, Ibadah KeTa’atan dan *KONSENTRASI PENUH UNTUK AKHIRAT.

    RASULULLAH Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “bahwa usia ummatnya adalah berkisar diantara 60 – 70 tahun. Sedikit yang berhasil melewatinya”. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    “Barang siapa yang meyakini perjumpaan dengan Sang Khalik, ia harus sadar bahwa ia akan ditanya, dan harus menyiapkan jawabannya…

    “Lalu bagaimana jalan keluarnya” ?

    “Caranya mudah

    *”Bertaubat, beribadah dan beramal Shalih-lah disisa usiamu, karena ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. sangat menyayangi terhadap hambaNya yang mau menghabiskan sisa usianya untuk lebih mendekat kepadaNya, INSYAA ALLAH,
    ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala akan mengampuni dosa dosa yang telah lalu dan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala memberikan keselamatan serta kebahagiaan di dunia, di kubur hingga di akhiratNya.

    Di saat kita sudah berumur 50 tahun atau apalagi sudah menginjak usia 60 tahun atau bahkan lebih, maka biasakan berdo’a memohon perlindungan dari Ketidak-berdayaan, dan dihauhkan dari siksa kubur.

    Allaahumma Inni A’uudzubika Minal ‘Ajzi Wal Kasali, Waljubni Walharam, Wa A’udzibika Minal Fitnatil Mahya Wamamaati, Wa A’udzubika Min ‘Adzaabil Qabr”.

    Artinya: “Yaa Allah, aku berlindung kepadaMu dari sifat lemah dan malas, penakut dan tua. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah hidup dan mati, aku juga berlindung dari siksa kubur”.

    Jangan merasa aneh, inilah kehidupan. Hakikatnya tak ada yang memberimu manfaat selain Shalatmu. Alam tidak aneh dan nyata. Karena Allah Maha Kuasa dan Berkehendak.

    Jenazah disusul dengan jenazah

    Wafat disusul dengan wafat berikutnya. Berita tentang kematian terus bermunculan.
    Ada yang wafat karena kecelakaan, ada yang karena sakit, ada yang tiba tiba wafat tanpa diketahui sebabnya. Dunia ini akan ditinggalkan semua yang ada dan semua manusia akan dikuburkan, itu pasti.

    Hariku dan harimu pasti akan tiba, mari kita persiapkan bekal untuk perjalanan yang tak dapat kembali.

    Sungguh, dunia itu hanya 3 hari :
    Hari kemarin: kita hidup di situ, dan tidak akan kembali lagi.
    Hari ini: kita jalani namun tak berlangsung lama. Besok: kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi.

    *Maka saling memaafkanlah antar saudara dan sesama, bersedekahlah… Karena aku, engkau dan mereka pasti akan pergi meninggalkan gemerlapnya dunia ini untuk selamanya.

    Yaa Allah… Kami memohon keridha’annMu husnul khaatimah dan beruntung dengan mendapatkan surga dan selamat dari api neraka. (*)
    Ferry Ismirza)

    Penulis : Ferry Ismirza

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan