Foto : Dua pemain Persebaya Oktafianus Fernando dan Rendi Irwan masih rutin berlatih di lapangan terbuka.

Surabaya (WartaTransparansi.com) – Pemain Persebaya Surabaya tetap diizinkan berlatih di lapangan terbuka meskipun angka kasus virus di Jawa Timur mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Namun, pemain yang berlatih di lapangan terbuka diminta harus berhati-hati dan mengikuti anjuran pemerintah.

Aturan physical distancing memang telah diterapkan dengan status Surabaya sebagai daerah zona merah Covid-19. Kendati demikian, beberapa lapangan sepak bola di kawasan Surabaya dan sekitarnya masih bisa digunakan. Seperti bek muda Rizky Ridho misalnya yang berlatih di Lapangan Simo Rukun, Surabaya.

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mengetahui bahwa anak asuhnya berlatih di lapangan dalam situasi seperti ini. Pria asli Malang itu tidak melarang para pemainnya yang ingin mengadakan latihan dengan model seperti itu. “Yang penting kalau latihan harus tetap hati-hati. Latihan boleh, asal taat aturan. Kalau terkena Covid-19, dampaknya malah bisa sangat luas,” ungkap pelatih berusia 50 tahun itu seperti dikutip dari bola.com.

Aji Santoso meminta kepada pemainnya untuk tetap mengikuti imbauan dari pemerintah. Contohnya, mereka harus tetap rajin cuci tangan dan menghindari kontak fisik seperti berjabat tangan. Mntan kapten Timnas Indonesia memaklumi jika para pemainnya punya semangat besar berlatih di tempat terbuka. Hampir semua pesepak bola Indonesia sudah dua bulan tidak berlatih akibat pandemi virus corona ini.

“Makanya, latihan di lapangan enggak masalah. Asal tidak banyak orang berkumpul di situ,” imbuh Aji Santoso.

Tidak hanya Rizky Ridho, beberapa pemain Persebaya Surabaya lainnya juga berlatih di lapangan. Seperti kiper Angga Saputra yang menggunakan lapangan dekat kediamannya di kawasan Tanggulangin, Sidoarjo.

Lalu, ada penyerang sayap Oktafianus Fernando yang berlatih di Lapangan Gedangan, Sidoarjo. Gelandang Rendi Irwan juga menyempatkan berlatih di lapangan sepak bola dekat rumahnya di kawasan Sukodono, Sidoarjo. “Latihan tetap diperlukan untuk menjaga sentuhan dengan bola agar tetap bagus,” tutur Rendi Irwan. (nov)