Rabu, 14 April 2021
32 C
Surabaya
More
    OpiniSemua Kota “Dimatikan” Hari Raya Mati Sendiri

    Semua Kota “Dimatikan” Hari Raya Mati Sendiri

    istirahat sejenak seperti mati suri. istirahat sejenak seperti tidur sehari .
    Depok istirahat sejenak seperti hari kematian. Bogor istirahat sejenak seperti tidak punya Istana Suci. Bekasi istirahat sejenak seperti listrik mati. Sidoarjo istirahat sejenak seperti mau kiamat . Gresik istirahat sejenak seperti mau manutup langit san bumi.
    Semua kota istirahat sejenak, semua kota mengaku “mati suri”, semua kota memproklamirkan. “dimatikan”, setelah fatwa suci bernama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    Bahkan tanpa malu-malu para pemimpin daerah di negeri ini, memproklamirkan menjadi “kota mati” walaupun sedang ikhtiyar menghadapi penyebaran, penularan, dan penguatan pandemi virus Corona. Semua “dimatikan”. Semua wajib diam di rumah, semua pergulatan apa saja di jalan diminta berhenti, dan perdagangan akhirnya “mati sendiri”.

    Baca juga :  Ramadhan, Momentum Perdamaian Dunia

    sunyi sepi jalan-jalan seperti suasana pedesaan. Bahkan sore hari ketika
    tiba-tiba ada kemacetan warga pengguna jalan justru disalahkan sesama pengguna jalan. “Sudah disuruh diam di rumah masih keluyuran”.

    “mencekam” seperti habis kena goyang “bom gereja” menjelang 2 tahun lalu. Petugas keamanan gabungan memeriksa setiap kendaraan roda 2 atau roda 4 atau mau roda berapa saja masuk kota Surabaya. Sesama warga saling komentar, “Rasakan dampak melawan Corona”.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan

    Ramadhan, Momentum Perdamaian Dunia

    Jurnalisme Rilis Dan Corong Penguasa

    Kongres HMI Ricuh itu Seksi