Selasa, 23 Juli 2024
23 C
Surabaya
More
    OpiniCorona Berdzikir, Alam Sujud Syukur

    Corona Berdzikir, Alam Sujud Syukur

    Oleh : Djoko Tetuko

    KETIKA 200 negara lebih harus berjibaku melawan Corona, Alam justru bersujud dan bersyukur atas nikmat Allah SWT karena menjadi bersih, suci, terjadi bak bidadari menari nari girang melayang layang terbang menikmati kesunyian dalam keindahan, keindahan dalam ketakjuban, ketakjuban karena kesunyian.

    Sunyi …, sepi…, indah dipandang mata makhluk dari planet mana saja. Asap knalpot dari jutaan kendaraan berhenti tanpa fatwa atau seruan suci dari rumah ibadah, tetapi karena harus mengurung diri di rumah karena Corona. Alam bersyukur dalam bersujud

    Indah…, terang benderang…, dipandang dari sudut pandang planet mana saja, begitu langit dalam waktu cukup lama membiru bersih tanpa polusi, bak lukisan abadi mengukir gunung dan Padang pasir langit di atas langit, karena tidak ada lagi cerobong pabrik dan polusi lain yang selama tidak berhenti mengirim semua sampah dan kotoran ke atas langit dan di atas langit. Alam bersyukur dalam bersujud

    Baca juga :  Asyuro Awal Cakada Memantabkan Pilkada

    Alam dengan takdim dan menundukkan kepala begitu hormat, di hadapan Corona yang terus berdzikir komat kamit kepada ILAHI ROBBI tanpa pernah mau berhenti sembari menunggu perintah dari Allah SWT Yang Maha Agung dan Maha Kuasa juga Perkasa menebar ke mana? Bertebar ke mana? Dan menebarkan diri ke mana?

    Alam dengan bisu dan tanpa mampu berbuat apa-apa, hanya melihat dzikir Corona kadang harus tamasya jauh le negeri antaberanta, kadang hanya berdiam diri di pintu-pintu perbatasan. Corona terus berdzikir dan alam terus bersyukur dalam sujud panjang. Corona tanpa merasa mendapat dukungan dari alam karena tidak pernah mendukung dan hanya terima kasih menikmati suasana suci dalam beberapa hari. Alam juga tidak mampu ikut campur membonceng Corona tamasya keliling dunia.

    Baca juga :  Pemilihan Ulang PC NU Blitar Dinilai Tidak Sah dari Sudut Pandang Formil

    Alam dan Corona dua di antara makhluk penghuni bumi, dengan tugas dan kewajiban juga kewenangan masing-masing hanya menjalankan perintah ILAHI ROBBI. Manusia sebagai makhluk terbaik di muka bumi, diuji mengikuti dzikir Corona dan alam bersyukur dalam sujud.

    Jutaan manusia tetap berjibaku dengan Corona, melawan Corona, membasmi Corona, memerangi Corona, … sementara Corona teeus berdzikir dan insyaAllah dengan dzikir dan selalu memohon kepada Allah SWT dalam syukur dan sujud, Corona insyaAllah akan kembali ke maqomnya ( karena perintah Allah SWT ). Dan alam semesta kembali bersahabat dengan polusi atau semakin terjaga seperti di jaman Corona, kita tunggu dalam sekejab … ketika manusia kembali menerima kenikmatan tiada tara tanpa mampu menghitung, apalagi berhitung tentang kenikmatan itu sendiri. (*)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan