Minggu, 21 Juli 2024
23 C
Surabaya
More
    Opini"Obat Mujarab Melawan Corona”

    “Obat Mujarab Melawan Corona”

    Oleh : Djoko Tetuko

    Masih tergiang ketika ustad di langgar wakof, membuka cerita tentang kisah “Koron” atau “Katon”, seorang tokoh jaman Nabi Musa AS, ketika beribadah begitu dekat dengan Allah SWT, sang Maha Pencipta dan Maha Kuasa. Begitu dekat Koron berdo’a memohon kaya raya supaya bisa lebih dekat dan bisa membantu sesama.

    Tetapi, ketika kekayaan sudah melimpah dan harta benda sudah tidak terbilang lagi, bahkan berada di mana-mana. Maka Koron berubah menjadi hamba yang mengingkari janjinya untuk lebih taat dan dekat dengan Allah SWT. Koron berubah menjadi sombong.

    Sepintas kisah Koron di masa kanak-kanak waktu itu, hampir sama dengan kisah Corona di abad 2020. Bedanya jika Koron kemudian dikubur bersama harta bendanya, maka Corona “mematikan” semua kehidupan dalam skala kecil. Uang dan harta benda hanya sebagai pajangan atau hiasan, tidak mampu membendung atau membayar Corona supaya pergi dari tempat di mana ia tinggal sementara. Negara kaya raya, negara hebat, negara jago perang, dan negara jago mengatur semua urusan. Angkat tangan tanpa menyerah, para pemimpin mereka sudah menangis.

    Dalam Kamus Bahasa Indoensia, dijelaskan bahwa ada Harta karun adalah sejumlah besar harta atau kekayaan lain yang tersembunyi, maupun yang ditemukan, namun tidak diketahui asal-usulnya. Kata karun berasal dari Qarun atau Karun, tokoh pada zaman Nabi Musa yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Ia adalah seorang yang kaya raya, tetapi tertimbun beserta harta bendanya karena kesombongannya. Perburuan harta karun merupakan topik yang sering ditemukan pada karya fiksi dan legenda, misalnya pada novel Le Comte de Monte-Cristo atau anime/manga One Piece.
    .
    Harta Karun berasal dari Harta Karuhun, yaitu harta peninggalan nenek moyang. Penemuan harta Karun bisa diperoleh dengan cara ekplirasi, misalnya penggalian pada reruntuhan bangunan lama, Kuburan, dan tempat lain yang diduga tempat leluhur menyimpan harta berharga. Bisa juga penemuan secara tak sengaja oleh orang yang bukan ahli Waris sah. Misalnya temuan tak sengaja oleh seseorang di bawah tanah temat bekas reruntuhan akibat perang atau gempa bumi. Semua temuan itu bisa digolongkan sebagai harta Karun.

    Baca juga :  Pemilihan Ulang PC NU Blitar Dinilai Tidak Sah dari Sudut Pandang Formil

    Sang Ustad mengatakan, maka setiap menemukan harta tidak bertuan atau harta tertimbun, maka disebut sebagai harta Koron. Dan hari ini dengan virus Corona semakin mendekatkan bahwa tokoh Koron ialah simbol “kesombongan” dan Corona akan mampu dikalahkan dengan kesabaran dan menanggalkan kesombongan selama ini. Mari melepas berbagai kesombongan dengan berperilaku sabar serta tawakal.

    Koron, Qoron, Karno, … dan jaman ini ada nama Corona sekedar mengingatkan bahwa kesombongan, kecongkaan, kedigdayaan, kesewenang-wejangan adalah musuh jaman dan jaman adalah hak Allah SWT semata. Oleh karena itu, tidak ada obat paling mujarab melawan Corona kecuali dengan berperilaku santun dan bersabar.

    Bagi belahan negara di dunia yang paling canggih dan paling hebat, maka merenungkan bahwa Coronavirus insyaAllah bisa dilawan dengan santun, minta ampun atas segala kesombongan selama ini, atas segala kesewenang-wejangan selama ini, atas segala upaya menjadi raja, dengan berdo’a bahwa kekuatan paling super dan Maha Kuasa juga Maha Perkasa hanya Allah SWT.

    Baca juga :  Pak Pj Maju, Peta Makin Seru

    Bagi negara berkembang atau tertinggal, negara miskin atau negara baru maju, jika selama ini terlalu sombong mengandung-agungkan kehebatan diri sendiri juga tokoh-tokoh lokal yang Sesunggunya hanya hamba Allah. Maka beristighfar lah memohon ampunan dari kesombongan terselubung selama ini, segera mengangkat tangan berdo’a secara total menggerakkan seluruh jiwa dan raga, mohon Corona diangkat dari dunia dan kembali ke alam yang lebih mulia dengan tetap menjadi hamba Allah SWT.

    Seluruh dunia bersabar menerima musibah atau apa namanya, kemudian dengan berbagai cara memohon kepada Yang Maha Kuasa dengan rendah hati dan niat suci, ingin kembali fitri ( ingin kembali suci ), maka kesucian dan kesabaran adalah obat paling mujarab melawan Corona. InsyaAllah Corona akan pulang ke rumahnya.

    Baca juga :  Menelisik Gagasan Pemilihan Ulang

    Jangan saling menyalahkan, apalagi merasa lebih hebat dan lebih apa saja. Jangan saling menuding atau menunjuk biang keladi atas musibah dan wabah ini, apalagi merasa paling benar dan benar sendiri. Percaya kehebatan dan kebenaran hanya milik Allah SWT semata. Inilah obat paling mujarab melawan Corona. InsyaAllah Corona akan pulang ke rumahnya.

    Yang sakit Corona jangan merasa kalah atau salah, apalagi menyalahkan siapa siapa. Yang masih gejala juga sama jangan merasa karena tertular dari sesama. Yang sudah wafat ikhlaskan sebagai takdir tentang kematian. Jika semua menyatakan pasrah kepada Allah SWT, setelah berikhtiar secara maksimal. Inilah obat paling mujarab melawan Corona. InsyaAllah Corona akan pulang ke rumahnya.(*)

    Penulis : Djoko Tetuko

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan