Senin, 12 April 2021
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriMuncul Dugaan Mafia Lahan, Ribuan Warga Lereng Kelud Gruduk KPH

    Muncul Dugaan Mafia Lahan, Ribuan Warga Lereng Kelud Gruduk KPH Kediri

    KEDIRI – Meski diwarnai rintik hujan , ribuan warga  gabungan dari 4 Desa, meliputi,  antara warga Desa Asmorobangun, Desa Satak, Desa Wonorejo, dan Desa Manggis, Kecamatan Puncu, , mengatasnamakan Gerakan Petani Kelud Menggugat (GEPAK MENGGUGAT) menggelar aksi demon di depan kantor KPH Kediri, Jalan Hasanudin, Nomor 27, Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Jawa , Rabu (8/1/).

    Mereka, mempertanyakan soal dugaan mafia yang prakteknya menyewakan lahan hutan.

    Dengan membawa beberapa Unit Truk berisikan pengeras suara, spanduk dan bendera merah putih, aksi yang sempat diwarnai ketegangan antara warga dengan petugas.

    Namun, aksi ini berhasil diredam Kapolres Kediri Kota, AKBP Miko Indrayana, yang langsung turun di - massa dan meminta kedua belah pihak mundur. Selanjutnya, beberapa perwakilan diperkenankan masuk menemui pihak Perhutani, untuk menyampaikan tuntutannya.

    Korlap aksi Edy Santoso dalam orasinya diatas Truk menyebut, ada oknum Perhutani yang juga mendapat lahan dan dijual ke pihak lain. “Hancurkan mafia lahan di Perhutani. Jangan takut diintimidasi oknum Perhutani. Dan, bila rakyat ingin mendapatkan tanah Perhutani harus membayar 3 juta sampai 5 juta. Tanah negara, mestinya tidak perlu ditarik uang bila ingin menggunakan untuk bercocok tanam”teriak Edy Santoso yang disambut dukungan masa yang hadir.

    Reporter : Arya Budi
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan