Sabtu, 13 April 2024
30 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanHukumPresiden Minta Polri Secepatnya Umumkan Kesimpulan Kasus Novel

    Presiden Minta Polri Secepatnya Umumkan Kesimpulan Kasus Novel

    JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengaku bahwa pada Senin (9/12/2019) sore telah mengundang Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis terkait perkembangan penanganan kasus penganiayaan terhadap penyidik Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

    “Saya tanyakan langsung ke Kapolri. Saya juga ingin mendapatkan sebuah ketegasan, ada progres atau enggak,” kata Jokowi menjawab wartawan usai menghadiri pembukaan Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah dan Silaturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro, di Grand Ball Room Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

    Menurutnya, oleh Kapolri sudah dijawab, ada temuan baru yang sudah menuju kepada kesimpulan. Karena itu, Jokowi mengaku tidak memberi waktu lagi. “Saya bilang secepatnya segera diumumkan siapa,” ujarnya.

    Menjawab mengenai maksud secepatnya itu, Jokowi meminta agar menanyakan langsung ke Kapolri. “Saya tidak berbicara masalah bulan, kalau sudah saya bilang secepatnya berarti dalam waktu harian. Sudah. Tanyakan langsung ke sana,” tegasnya.

    Demikian juga soal kemungkinan pelaku penganiyaan yang menyiramkan air keras kepada Novel Baswedan, Jokowi menyarankan kepada wartawan untuk menanyakan langsung ke Kapolri.

    “Yang jelas sudah disampaikan kepada saya temuan barunya seperti apa, tanyakan langsung ke Kapolri,” katanya.

     

    Presiden Minta Polri Secepatnya Umumkan Kesimpulan Kasus Novel
    Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. M. Iqbal.

    Sebelumnya Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Polisi Mohammad Iqbal mengemukakan, Polri sudah mendapatkan petunjuk yang signifikan tentang upaya terungkapnya kasus ini. Karena itu, Polri sangat optimistis untuk segera menyelesaikan kasus ini. Saat didesak wartawan mengenai kapan persisnya hasil pengusutan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan diungkapkan, Kadiv Humas Mabes Polri mengatakan, tidak akan berapa lama lagi.

    “Insya Allah tidak akan sampai berbulan-bulan. Doakan, Insya Allah dalam waktu dekat,” kata Iqbal kepada wartawan usai mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menghadap Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/12/2019) sore.

    Mengenai motif dari tindakan penyerangan terhadap Novel, Iqbal mengemukakan, Polri akan menyampaikan ke publik, ke media, setelah kasus terang benderang terungkap jelas. Walaupun di dalam mekanisme proses upaya penyelidikan dan penyidikan, Polri mempunyai teori bahwa motif itu, motif A, motif B, motif C, motif D selalu disandingkan untuk lebih memperjelas alat bukti dan petunjuk yang sudah didapat.

    73 Saksi, 114 Toko Kimia

    Iqbal juga memastikan, kasus penyiraman dengan air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan ini tidak akan mati suri. Ia meminta wartawan memahami sudah 73 saksi yang diperiksa Polri. Selain itu, 114 toko kimia yang sudah diperiksa, 38 titik CCTV diperiksa secara laboratorium forensik kepolisian saintifik di Mabes Polri maupun di AEP ya di Australia.

    “Ini adalah salah satu bukti bahwa kita sangat serius, sabar saja, tidak akan berapa lama lagi. Tim teknis akan segera mengungkap kasus ini, kita sudah menemukan alat bukti dan petunjuk yang sangat sangat sangat signifikan,” jelas Iqbal. (wt)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan