Sementara Gubernur Anies Baswedan beranggapan, persatuan Indonesia menjadi keunikan tersendiri. Hal tersebut ia utaraan karena dianggap berkaitan dengan Reuni 212. “Semua yang hadir di acara reuni ini adalah cerminan persatuan Indonesia,” katanya.
Ia menegaskan, Monas memang telah beberapa kali menjadi lokasi pelaksanaan Reuni 212. Karena itu, pihaknya mengklaim mendukung hal tersebut karena mencerminkan keadilan yang diperlukan bangsa. “Dengan terselenggaranya keadilan dan persatuan, Jakarta akan menjadi tempat yang baik,” ujarnya.
Indonesia, kata Anies, memang memiliki keberagaman. Akan tetapi hal tersebut nyatanya juga dimiliki oleh bangsa lain. Namun demikian, nilai persatuan Indonesia yang tercermin di acara 212, dinilai menghasilkan keadilan.
Dalam pidatonya, Anies menyambut dengan baik para partisipan dan acara reuni itu sendiri. Bahkan secara gamblang ia mendukungnya. “Kita doakan semua agar mendapat kebaikan dan diberikan kesehatan. Selamat datang di Jakarta,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Reuni Akbar 212 berjalan aman dan lancar. “Kami mendapat laporan bahwa kegiatan berjalan aman dan lancar,” kata Argo di RS Polri Said Sukanto, Jakarta.
Polri pun berterima kasih kepada panitia penyelenggara dan para peserta Reuni Akbar 212 karena telah mampu menjaga ketertiban selama berlangsungnya kegiatan. “Imbauan dari Kepolisian untuk tidak melakukan kegiatan yang merugikan orang lain, dipatuhi. Jadi semuanya lancar, aman dan saat ini (para peserta) sudah kembali ke rumah masing-masing,” tuturnya. (wt)





