Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengatakan sejauh ini pelaksanaan pemilu di Kota Surabaya berjalan dengan baik. Bahkan, ia menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat tinggi, terbukti hingga pukul 10.00 WIB pagi tadi, partisipasi pemilih sudah mencapai 70 persen, sehingga dia berharap partisipasi pemilih atau masyarakat bisa terus naik dan melebihi angka itu.
“Ya Alhamdulilah semuanya berjalan dengan baik, mudah-mudahan sampai selesai tidak ada sesuatu pun yang mengganggu stabilitas kota. Partisipasi masyarakat juga lumayan tinggi, sampai jam 10.00 WIb tadi, sudah mencapai 70 persen, mudah-mudahan di atas itu nanti sampai selesai, karena ini kan lebih panjang lagi waktunya,” kata Wali Kota Risma.
Perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga berkali-kali menyampaikan kepada masyarakat untuk mencoblos, apalagi waktunya lebih panjang hingga pukul 13.00 WIB. Padahal, biasanya hanya sampai pukul 12.00 WIB. “Sekali kita mencoblos, maka kita dapat merubah nasib kita selama 5 tahun,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan sengaja hadir ke TPS-TPS di Surabaya untuk melihat langsung petugas keamanan dalam mengamankan pemilu 2019 di Surabaya. Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, ia mengaku belum menemukan kejanggalan pemilu yang terjadi di Kota Surabaya.
“Kami hadir di tengah-tengah TPS untuk melihat langsung petugas keamanan dalam mengamankan pemilu di Surabaya. Kami juga sudah menanyakan kepada Panwascam dan KPPS di yang ada di beberapa TPS, dan sampai saat ini belum ditemukan pelanggaran dan semuanya berjalan dengan lancar serta animo masyarakat sangat tinggi,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa jajaran Forpimda Surabaya terus bersinergi untuk mengamankan pemilu 2019 ini. Bahkan, sudah terbentuk Gakkumdu yang nantinya akan memproses setiap pelanggaran yang terjadi. “Kami siap mengamankan pemilu ini dan siap memproses segala pelanggaran jika memang melanggar aturan,” pungkasnya. (wt)





